SS TODAY

Gempa Bumi 7.0 SR: Kantor BMKG Mataram Retak, Komputer Berjatuhan

Laporan Denza Perdana | Minggu, 05 Agustus 2018 | 19:37 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Akibat gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang berpusat di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) koordinat 8.37 Lintang Selatan-116.48 Bujur Timur, Minggu (5/8/2018), Kantor BMKG Mataram retak-retak.

Ini sebagaimana diungkapkan oleh Suwardi Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Tretes ketika dihubungi Radio Suara Surabaya Minggu petang.

Berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari rekan-rekannya di Mataram, kantor BMKG di Mataram mengalami retak-retak saat gempa berpotensi tsunami ini terjadi diperkirakan sekitar pukul 18.46 WIB.

"Kawan kawan lombok menginformasikan kantor rekan-rekan kami di Mataram retak. Komputer berjatuhan. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini," katanya kepada Radio Suara Surabaya.

Suwardi mengatakan, getaran gempa juga dirasakan oleh masyarakat di bagian Selatan Jawa, seperti di Probolinggo dan Banyuwangi.

"Hampir semua masyarakat di lokasi itu merasakan lindu atau gempa dampak dari gempa yang berlokasi di Lombok Timur," katanya.

Dia membenarkan, BMKG telah mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk gempa yang berlokasi sekitar 18 kilometer di barat laut Lombok Timur, NTB. Suwardi mengatakan, lokasi ini berdekatan dengan pusat gempa yang terjadi di Lombok pada 29 Juli pekan lalu.

"Untuk sementara ini, potensi tsunami atau peringatan ini berlaku untuk warga di Lombok Timur dan Lombok Barat, NTB, untuk kawasan lainnya belum. Termasuk di laut selatan Jawa ini tidak ada peringatan potensi tsunami," katanya.

Gempa berkekuatan 7.0 SR ini, kata Suwardi sangat mungkin mempengaruhi konstruksi bangunan. Terutama untuk bangunan yang berdekatan dengan pusat gempa.

"Untuk konstruksi bangunan pasti akan terpengaruh karena ini 7.0 SR. Bangunan konstruksi biasa akan mengalami retak-retak, apalagi yang tidak memenuhi standar, mungkin akan roboh," katanya.(den)




LAINNYA