SS TODAY

Hingga Senin Pagi, Telah Terjadi Gempa Susulan 132 Kali di Lombok

Laporan Agustina Suminar | Senin, 06 Agustus 2018 | 10:08 WIB
Seorang laki-laki melihat rumahnya yang sebagian temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Pasca gempa bumi besar yang melanda Lombok dan sekitarnya, gempa susulan masih terus terjadi hingga pagi ini. Bahkan tercatat terjadi 132 gempa susulan yang kemungkinan masih akan terus bertambah.

"Pasca gempa yang terjadi kemarin sore, sampai pemantauan hari ini gempa susulan sudah mencapai 132 dan ini nambah 4-5 kali," kata Suwardi Kepala Stasiun Geofisika KLS II Tretes kepada Radio Suara Surabaya, Senin (6/8/2018).

Menurut Suwardi, magnitudo gempa susulan bervariasi. Minggu malam, magnitudo mencapai 5,7 SR. Sedangkan pukul 07.30 Wita tadi mencapai 5,4 SR. Sisanya beragam mulai dari 3,0 hingga 4,2 SR. Magnitudo gempa yang paling rendah sebesar 2,9 SR.

"Gempa kemarin (29/7/2018) gempa permulaan, sedangkan gempa tadi malam (5/8/2018) gempa utama. Ini masih terus ada gempa susulan," tambahnya.

Ia juga menyebutkan dari semua gempa susulan yang terjadi, letak episentrum gempa kesemuanya masih di lokasi Lombok Utara.

Kondisi geografis pulau Lombok, lanjutnya, memang berpengaruh pada besarnya dampak gempa yang terjadi. Gunung Rinjani yang ada di sekitar wilayah Lombok Utara, menyimpan timbunan-timbunan sisa letusan gunung sebelumnya, yang menyebabkan struktur geologi menjadi tidak kuat. Sehingga jika gempa terjadi, besarnya amplitudo bisa mencapai dua kali lipat dan membuat daya rusak gempa menjadi lebih besar.

"Gempa terjadi karena pergeseran lempeng atau patahan. Gempa itu ada tegangan 2-3 lempeng yang menekan terus terjadi patahan. Nah, patahannya itu geser atau naik. Kalau patahannya geser di laut, tidak akan terjadi tsunami. Tapi kalau patahannya turun atau naik, maka berpotensi terjadi tsunami," imbuhnya.

Sedangkan untuk wilayah Jawa Timur, wilayah yang paling berpotensi gempa adalah wilayah selatan. Ini dikarenakan wilayah selatan Jatim menjadi tempat bertemunya lempang Indo-Australia yang membuat wilayah Jatim sering terjadi gempa-gempa kecil.(tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA