SS TODAY

Wisatawan di Gili Matra Berhamburan Tinggalkan Pulau Karena Panik

Laporan Agustina Suminar | Senin, 06 Agustus 2018 | 11:08 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) tiba di Pulau Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Para wisatawan lokal maupun mancanegara yang sedang berlibur di kawasan wisata Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), memilih untuk keluar meninggalkan pulau pascagempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) malam, pukul 19.47 Wita.

"Saya khawatir ada gempa susulan datang lagi. Sekarang saya mau ke Pelabuhan Lembar saja," kata Jolan, WNA asal Inggris di Simpang Empat Bangsal, Kecamatan Pemenang, Senin (6/8/2018).

Ia dan rekannya menikmati liburan di Gili Trawangan, dan memutuskan untuk pindah ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Kepindahannya dikarenakan tidak ada kapal cepat yang beroperasi dari Gili Matra menuju pulau dewata Bali.

"Tidak ada kapal cepat, makanya saya mau ke Pelabuhan Lembar saja. Katanya di sana ada kapal penyeberangan," tambahnya dilansir Antara.

Begitu juga dengan Aan, warga lokal asal Sukaraja, Ampenan yang bekerja sebagai pemain musik di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, mengaku panik ketika gempa bumi terjadi pada Minggu malam tersebut.

"Sampai Senin pagi saja, pas saya tiba di dermaga Bangsal, gempa masih terasa. Orang-orang pada panik, jadi khawatir, makanya saya mau balik saja," katanya.

Ketika dia berangkat dari dermaga yang ada di Gili Air, Aan menggambarkan bahwa kepanikan masih terlihat dari para wisatawan maupun pegawai dan rekan-rekan seprofesinya.

"Tadi saja pas mau naik kapal penyeberangan dari Gili Air ke Bangsal, saya desak-desakan dengan penumpang lainnya. Masih pada panik," ujarnya.

Dari pengamatan di simpang empat Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, nampak berhamburan ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara yang menunggu kendaraan umum yang diharapkan bisa memberikannya tumpangan. Truk maupun kendaraan pick-up tak dipungkiri menjadi pilihan mereka agar dapat hijrah dari lokasi.

"Tolong berhenti, kasih kami menumpang," kata seorang perempuan wisatawan mancanegara yang nampaknya sedang bersama belasan temannya berupaya mencari tumpangan di simpang empat Bangsal.

Selain itu, ada juga terlihat seorang pria lokal paruh baya yang mengalami luka ringan di bagian kepala kirinya. Pria yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku luka di bagian kepala kirinya akibat terkena runtuhan bangunan.

"Tadi pas di Gili saya kena. Tapi saya tidak apa-apa pak, biarkan saja," katanya.(ant/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA