SS TODAY

Korban Meninggal Gempa Lombok 91 Orang, Banyak Lokasi Terisolir

Laporan Jose Asmanu | Senin, 06 Agustus 2018 | 15:21 WIB
Kondisi masjid yang terletak di Desa Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Foto: Twitter @Sutopo_PN
suarasurabaya.net - Sutopo Purwonugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan, sampai Senin (6/8/2018), korban yang tewas akibat gempa bumi yang mengguncang NTB, berjumlah 91 orang. Korban luka berat dan ringan dilaporkan lebih dari 250 orang.

Sedang kerugian ekonomi diperkirakan lebih dari Rp1 triliun.

Sutopo dalam keterangan pers di Kantor pusat BNPB Senin (6/8/2018) siang mengatakan, bantuan logisik untuk para korban terus berdatangan, tapi tidak bisa didorong ke titik titik bencana yang terisolir karena banyak infrastruktur yang rusak.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) memporak-porandakan Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8/2018) kemarin. Setelah gempa tersebut, tercatat ada beberapa gempa susulan hingga pukul 22.00 WIB.

Gempa berkekuatan 6,4 SR lebih dulu mengguncang dan mengakibatkan warga NTB panik. Di tengah kepanikan tersebut, gempa 7 SR datang terjadi dan menambah kepanikan warga hingga lari berhamburan ke luar rumah dan bangunan.

"Bangunan dan rumah yang sebelumnya sudah rusak akibat gempa sebelumnya, menjadi lebih rusak dan roboh. Peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma sehingga mengungsi di banyak tempat," kata Sutopo.

Tentang jumlah korban meninggal tadi dikatakan bersifat sementara, karena petugas masih melakukan penyidikan di titik gempa

Petugas masih terus berupaya mengevakuasi korban yang tertindih reruntuhan masjid besar di Desa Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara yang roboh.

Korban dari jamaah yang sedang sholat Isya tertimbun longsor saat gempa 7 SR belum dapat dievakuasi karena petugas masih bekerja secara manual. Perlu alat berat untuk evakuasi.

Di masjid ini korbannya cukup banyak karena masjid ambruk saat masyarakat melaksanakan shalat isya berjamaah.(jos/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA