SS TODAY

ITS Kirim Tim Gabungan ke Lombok

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 06 Agustus 2018 | 20:05 WIB
Probo (berkacamata) di ruang Laboratorium Beton ITS Surabaya. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kirimkan Tim Gabungan Departemen Teknik Sipil membantu masyarakat Lombok yang terdampak gempa. Tim gabungan ini akan mengidentifikasi rumah warga untuk dilakukan renovasi kembali.

Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD., Ketua Lab. Beton Teknik Sipil ITS mengatakan, tim gabungan yang akan dikirimkan ini merupakan bagian dari Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS.

Rencananya, dari 10 orang yang berada di PSKBPI ITS akan ada empat orang yang terjun langsung ke lapangan. Mereka adalah Ir Faimun MSc PhD, Dr Wahyuniarsih, Dr Endah Wahyuni dan Chandra Irawan ST MT.

Probo sapaan Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD., ini menjelaskan, tugas Tim Gabungan ITS ini nantinya membantu masyarakat mengevaluasi rumah-rumah mereka. Akan dipetakan mana rumah yang masih layak huni, rumah yang harus diperkuat dan mana rumah yang berbahaya atau sudah tidak boleh ditempati.

"Di sana nantinya kami akan menggandeng tim dari Unram (Universitas Mataram, red) sebagai partner kami dalam membantu masyarakat setempat," terang Probo.

Probo yang juga menjabat Ketua Senat Akademik ITS ini mengatakan, selain membantu masyarakat setempat dalam mengevaluasi rumah-rumah mereka, kunjungan tim gabungan ITS juga bertujuan membagi pengalaman, pengetahuan dan menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana tentang membangun rumah dengan struktur tahan gempa.

Tim gabungan dari Departemen Teknik Sipil ITS nantinya juga akan memberikan software yang bernama Rapid Visual Screening ITS (R.V. SITS) kepada tim dari Unram (Universitas Mataram).

"Software ini berfungsi untuk mitigasi bangunan tahan gempa, yang bisa mengetahui sebuah konstruksi lemah terhadap gempa atau tidak," tambah Probo.

Sementara itu, Faimun selaku Ketua Tim Gabungan berharap, nantinya alat tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat di sana melalui Unram sebagai perwakilan atas hibah software tersebut. "Karena software ini harus dijalankan oleh ahli, jadi tidak bisa masyarakat langsung yang mengoperasikannya," kata Faimun.

Tim Gabungan ITS ini rencananya akan diberangkatkan pada Rabu (8/8/2018), karena saat ini pihak ITS masih menunggu konfirmasi pasti dari pihak Unram untuk mendampingi.

"Pihak Unram saat ini masih berfokus dengan keluarga mereka masing-masing di sana, kita (tim ITS, red) akan terjun selama tiga hingga empat hari di sana," ujar Faimun.(tok)


LAINNYA