SS TODAY

Kemendikbud Kirim Bantuan untuk Sekolah Darurat di NTB Pascagempa 7 SR

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 07 Agustus 2018 | 14:51 WIB
Muhadjir Effendi Mendikbud memberikan keterangan terkait upaya penanggulangan masalah belajar mengajar di NTB pascagempa 7 SR, Selasa (7/8/2018), di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Muhadjir Effendi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengatasi kendala proses belajar siswa sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB), pascagempa, Minggu (5/8/2018).

Sejumlah tenda dan perlengkapan sekolah dikirim supaya proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung di sekolah darurat.

Kemendikbud, kata Muhadjir, mengerahkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan berkoordinasi dengan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Provinsi NTB.

"Kami sudah mengirimkan tenda dan perlengkapan dan peralatan sekolah juga pakaian seragam. Tenda ada sekitar 65 unit dan akan ada pengiriman 10 unit lagi. Peralatan yang beberapa waktu lalu dikirim untuk membantu korban letusan Gunung Agung, kami alihkan ke NTB," ujar Muhadjir, Selasa (7/8/2018), usai mengikuti Rapat Kabinet di Istana Negara, Jakarta.

Selain itu, Kemendikbud juga bekerja sama dengan beberapa universitas yang punya jurusan bimbingan konseling, untuk memberikan terapi trauma kepada para korban khususnya anak-anak.

Di tempat terpisah, Hamid Muhammad Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud mengungkapkan, ada 299 sekolah di wilayah NTB yang mengalami kerusakan.

Ada kemungkinan, jumlah bangunan sekolah mulai jenjang Taman Kanak-kanak sampai SMA/SMK sederajat yang rusak akibat bencana alam itu bertambah.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018).

Berdasarkan data BNPB, sampai Selasa (7/8/2018) pagi, tercatat 98 orang meninggal dunia, ratusan orang menderita luka, dan ribuan rumah warga rusak.

Sebagian besar korban meninggal dan luka, akibat tertimpa bangunan yang roboh. Sementara, jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 200 ribu jiwa. (rid/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA