SS TODAY

Menkes: Korban Gempa NTB Banyak yang Butuh Pertolongan Dokter Ortopedi

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 07 Agustus 2018 | 16:31 WIB
Nila Djuwita Moeloek Menteri Kesehatan memberikan keterangan terkait penanganan masalah kesehatan korban gempa bumi di NTB, Selasa (7/8/2018), di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Nila Djuwita Moeloek Menteri Kesehatan menegaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sudah berupaya menanggulangi masalah kesehatan di Nusa Tenggara Barat (NTB), pascagempa, Minggu (5/8/2018).

Menurutnya, Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes, langsung berangkat ke lokasi bencana, untuk menangani korban bersama tim dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Bantuan berupa obat-obatan, kata Dokter Nila, juga sudah sampai di sejumlah titik lokasi bencana.

Menkes mengapresiasi inisiatif dari dokter ortopedi (spesialis tulang) yang bersedia berangkat ke NTB, karena di sana banyak korban cedera tulang yang membutuhkan pertolongan.

"Tim Krisis Kesehatan Kemenkes sudah berangkat lebih dulu. Saya nanti menyusul bareng Panglima TNI dan Kapolri. Ada bantuan juga dari dokter ortopedi yang berangkat dari Bali, karena korban patah tulang kemungkinan lebih banyak," ujar Dokter Nila, Selasa (7/8/2018), usai mengikuti Rapat Kabinet di Istana Negara, Jakarta.

Di sisi lain, Menkes mengakui masih ada persoalan pasokan air bersih dan sanitasi untuk warga NTB korban gempa.

Maka dari itu, dia berharap bantuan Kementerian PUPR bisa segera membuat sumur bor di berbagai lokasi.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018).

Berdasarkan data Baran Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), sampai Selasa (7/8/2018) pagi, tercatat 98 orang meninggal dunia, ratusan orang menderita luka, dan ribuan rumah warga rusak.

Sebagian besar korban meninggal dan luka, akibat tertimpa bangunan yang roboh. Sedangkan, jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 200 ribu jiwa. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA