SS TODAY

Tiga Institusi Berkoordinasi Salurkan Bantuan Rp10 M Kepada Korban Gempa NTB

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 08 Agustus 2018 | 10:51 WIB
Korban gempa bumi beristirahat di tenda darurat pengungsi, Desa Sajang, Lombok Timur, NTB. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Kementerian Pertanian, Dewan Ketahanan Pangan NTB dan Charoen Pokphand Indonesia bekerjasama menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada warga yang terdampak gempa Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan Rp10 miliar tersebut terdiri dari bantuan sebesar Rp5 miliar dari Kementerian Pertanian dan Rp5 miliar lainnya dalam bentuk Natura. Natura adalah gabungan dana dari Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) binaan Kementerian Pertanian dan Charoen Pokphand Indonesia. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk telur ayam, beras, sosis, dan daging ayam segar.

Bantuan masing-masing akan disalurkan ke tiap-tiap kecamatan di wilayah terdampak. Harapannya, bantuan tersebut nanti akan disalurkan oleh petugas ke posko-posko pengungsian kecil di wilayah tersebut.

Awaludin pewarta LKBN Antara Biro NTB pada Radio Suara Surabaya, Rabu (8/8/2018) melaporkan, strategi ini dilakukan, karena di posko-posko kecil tidak ada dapur umum. Sehingga, dengan bantuan tersebut, harapannya para pengungsi dapat memasak makanan tersebut sendiri.

"Saat ini tidak ada akses untuk membeli keputuhan pokok, sehingga bantuan bahan makanan sangat diperlukan," kata Awaludin kepada Radio Suara Surabaya.

Awaludin mengatakan, saat ini, Rabu (8/8/2018), pihaknya sedang bersama tim dari Charoen Pokphand kawasan Indonesia Timur di Kantor Dinas Ketahanan Pangan NTB untuk bersiap-siap bergerak ke Lombok Barat dan Lombok Utara menyisir kantong-kantong pengungsian di tingkat kecamatan.

Saat ini, para korban gempa NTB membutuhkan banyak bantuan dari berbagai pihak. Menurut Awaludin, bantuan-bantuan sangat dibutuhkan korban saat ini adalah makanan, minuman, medis, selimut, dan tenda.

"Saat ini banyak warga yang masih menggunakan tenda dari terpal yang kurang layak. Suhu udara cukup dingin ketika malam," katanya.

Selain itu, sukarelawan untuk membantu penanganan trauma atau Trauma Healing juga sangat dibutuhkan utamanya bagi korban anak-anak yang jumlahnya diperkirakan ada jutaan jiwa. (bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA