SS TODAY

BNPB: Rumah Indonesia Belum Dirancang Tahan Gempa

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:20 WIB
Warga menyelamatkan barang berharga miliknya di antara reruntuhan rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di Lombok Barat, NTB, Selasa (7/8/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan rumah-rumah di Indonesia kebanyakan belum dirancang untuk tahan gempa.

"Padahal Indonesia rawan bencana, termasuk gempa. Tidak perlu takut, tetapi kita harus siap menghadapi bencana," kata Sutopo seperti dilansir Antara, Rabu (8/8/2018).

Sutopo mengatakan beberapa upaya untuk bersiap menghadapi gempa adalah dengan membangun rumah yang dirancang tahan gempa, dan belajar cara-cara menyelamatkan diri dan melakukan latihan secara rutin.

Dia mencontohkan gempa beberapa kali yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mengakibatkan banyak rumah rusak dan hancur. Korban di Kota Mataram relatif lebih sedikit karena bangunannya relatif lebih tahan gempa.

"Padahal, kekuatan yang dirasakan di Mataram dengan Kabupaten Lombok Utara sama, tetapi korban lebih sedikit karena sudah menggunakan konstruksi yang lebih tahan gempa," jelasnya.

Menurut Sutopo, selain belum membangun rumah yang tahan gempa, masyarakat Indonesia juga masih lemah dalam menyelamatkan diri karena tidak pernah melakukan latihan secara rutin.

"Bagaimana bisa selamat kalau tidak tahu cara menyelamatkan diri karena tidak pernah latihan," ujarnya.

Karena itu, belajar dari pengalaman beberapa kejadian gempa, Sutopo menilai hal itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah agar membuat aturan supaya bangunan-bangunan di wilayahnya dibuat tahan gempa.

"Keterbatasan pasti ada, misalnya pemahaman tukang bangunan yang terbatas. Karena itu perlu diadakan pelatihan-pelatihan bagi tukang. Semua pedomannya sudah ada dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," katanya. (ant/bas/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA