SS TODAY

Peduli Lombok, Gabungan OPA Surabaya Dirikan Posko Bencana

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 09 Agustus 2018 | 09:56 WIB
Beberapa saat setelah dibuka Posko Bencana Lombok Prapala Stikosa AWS langsung direspon dengan diserahkannya donasi bantuan uang tunai sebesar Rp1.315.000 dari Mapalsa Universitas Islam Negeri Surabaya Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Rabu (8/8/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Beberapa pionir organisasi pecinta alam (OPA) dari lingkungan kampus maupun umum mengkoordinir bantuan dari masyarakat Surabaya untuk warga Lombok, TB yang terdampak gempa beberapa waktu lalu.

"Teman-teman dari banyak OPA yang ikut rapat koordinasi kemarin menyepakati poskonya didirikan di Prapala," kata Meryta Syane Ketua Umum Prapala Stikosa AWS, Kamis (9/8/2018) seperti dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Selain menampung bantuan untuk korban gempa, lanjut Meryta, pendirian posko juga untuk koordinasi SDM yang akan dikirim ke Lombok.

"Tahap pertama yang akan berangkat tiga orang masing-masing dari Mapas ITATS, Mapalas Unitomo dan Prapala. Mereka diharapkan langsung berkoordinasi dengan pusat koordinasi (posko) induk di Lombok sekaligus memetakan wilayah mana yang butuh bantuan mendesak terutama SDM, logistik dan trauma healing. Itu sebagai acuan untuk pengiriman tim-tim selanjutnya," ujarnya.


Meryta Syane Ketua Umum Prapala Stikosa AWS. Foto: Istimewa

Potensi search and rescue unit (SRU) di Surabaya memang cukup banyak. Namun tidak semua bisa dioptimalkan kendati sudah ada elemen lain yang juga muncul dari gabungan OPA.

"Prinsipnya kita hanya ingin potensi SDM ini bisa optimal demi kemanusiaan. Apalagi dari informasi anggota kami yang berdomisili di Lombok, masih banyak desa yang aksesnya tertutup dan belum tercover bantuan. Kemungkinan juga banyak korbannya," kata Wawan Iswayudi, anggota senior Prapala.

Hal ini dibenarkan Windhy Arisman salah satu anggota SAR Surabaya. Menurut dia, jika menunggu urusan administrasi untuk berangkat seperti yang jadi prosedur potensi SAR sebelumnya, ada kemungkinan korban terus bertambah.

"Kita bicara nyawa, semakin cepat tertolong tentu lebih baik. Yang penting, keberangkatan SDM maupun bantuan yang kita kirim ke Lombok langsung dikoordinasikan dengan posko induk bencana maupun SMC (SAR Mission Coordinator)," ujarnya. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA