SS TODAY

Taiwan Sumbang Miliaran Rupiah untuk Korban Gempa Lombok

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 21 Agustus 2018 | 14:54 WIB
Ilustrasi Bantuan Bencana ke NTB. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Pemerintah Taiwan beserta kelompok pengusaha Taiwan menyerahkan bantuan senilai Rp4,4 miliar kepada para korban gempa Lombok melalui Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Selasa (21/8/2018).

"Taiwan selalu hadir menemani Indonesia dalam menghadapi bencana besar," kata John C. Chen Kepala Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) untuk Indonesia. Ia mencontohkan keterlibatan Taiwan dalam bantuan tsunami Aceh tahun 2004 dan letusan Gunung Merapi di Yogyakarta tahun 2010.

Rangkaian gempa di Nusa Tenggara Barat, terjadi sejak 29 Juli 2018 dan sempat menemui puncaknya tujuh hari kemudian dengan guncangan berkekuatan 6,9. Sejak saat itu, sudah lebih dari 800 gempa susulan terjadi di lokasi yang sama, termasuk yang terbesar pada 19 Agustus 2018 malam dengan kekuatan 7,0. Gempa NTB telah menyebabkan 500 lebih orang kehilangan nyawa dan memaksa sekitar 400.000 orang mengungsi dari rumahnya.

Para korban mengungsi saat ini kekurangan air bersih, obat-obatan, dan makanan siap saji. Rusaknya infrastruktur di lokasi pegunungan juga membuat para relawan kemanusiaan kesulitan menyalurkan bantuan, kata PMI saat menerima bantuan dari Taiwan.

Sementara itu Chen menyebutkan, Tsai Ing-wen Presiden Taiwan langsung menyatakan duka cita terhadap para korban Lombok begitu terdengar kabar terjadinya guncangan besar di sana.

"Saya mengucapkan turut berduka cita atas bencana gempa bumi di Lombok. Taiwan siap membantu," kata Tsai melalui Twitternya pada 7 Agustus 2018 lalu.

Lalu pada Selasa (21/8/2018), pemerintah di pulau Formosa bersama warganya menyumbang uang sebesar 250.000 dolar AS atau senilai Rp3,5 miliar, ditambah dengan pembelian dua mobil ambulan, pembangunan satu klinik dan satu truk tangki air. Selain itu asosiasi pengusaha Taiwan di Indonesia juga memberikan bantuan sebesar Rp750 juta.

"Gempa di Lombok sangat parah. Kami sangat sedih, dan kepada PMI kami menyampaikan bantuan ini bagi mereka yang menderita karena bencana," kata Chen.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Ginanjar Kartasasmita ketua pelaksana PMI, yang berterima kasih karena Taiwan juga bersedia membangun tangki air bagi para korban.

"Air adalah hal utama saat terjadi bencana," kata Ginanjar.

Ginanjar menjelaskan bahwa para pengungsi di Lombok saat ini mengalami trauma akibat gempa yang terjadi ratusan kali sepanjang tiga pekan terakhir. Mereka lebih memilih untuk tidur di luar bangunan, bahkan tidak mau masuk ke rumah sakit.

"Bahkan melihat rumah sendiri pun mereka ketakutan," kata Ginanjar. (ant/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA