SS TODAY

Pakde Karwo Berbagi Pengalaman Penanganan Bencana di Jatim

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 21 Agustus 2018 | 16:40 WIB
Soekarwo Gubernur Jatim (batik kuning) mengikuti rapat terbatas bersama Jusuf Kalla Wapres RI di Lombok, NTB, Selasa (21/8/2018). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jatim mengikuti rapat terbatas bersama Jusuf Kalla Wapres RI di Lombok, NTB, guna membahas rehabilitasi pasca gempa di provinsi tersebut dan sekaligus kesiapan Jatim untuk membantu semua hal, termasuk bertukar pengalaman dan sekaligus ikut merehabilitasi kondisi pasca gempa, Selasa (21/8/2018).

"Jatim siap mengirimkan bahan bangunan dan material seperti batu bata, pasir, semen dan lain lain," katanya. Selain itu, Soekarwo juga mengatakan jika Jatim juga siap tenaga tukang dan tenaga medis apabila dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga langsung melakukan konsolidasi dan berkomunikasi dengan TGB M. Zainul Majdi Gubernur NTB untuk berbagi pengalaman terkait tindakan yang perlu dilakukan pasca terjadi bencana. Ia menceritakan pengalamannya menangani beberapa kali bencana di Jatim, mulai banjir bandang di Pacitan, erupsi Gunung Kelud di Kediri, sampai yang terakhir bencana gempa bumi di Sumenep.

Menurutnya, beberapa tindakan yang harus dilakukan pemerintah yaitu, evakuasi masyarakat, memulihkan semua infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan, pendataan kerusakan dan kerugian akibat bencana, dan penanganan darurat kerusakan akibat bencana.

Ia mencontohkan, saat terjadi bencana erupsi Gunung Kelud di Kediri, terdapat sekitar 14 ribu rumah mengalami kerusakan. "Semua perbaikan diselesaikan selama satu bulan, kerjasama dengan masyarakat, Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim," ungkapnya

Ia menambahkan, setiap rumah yang rusak diteliti oleh mahasiswa teknik sipil guna dilakukan pengkategorian, apakah rusak berat, sedang, ataupun ringan. Untuk penanganannya, rumah rusak berat diperbaiki oleh 10 tenaga, rumah rusak sedang diperbaiki oleh 7 tenaga, dan rumah rusak ringan diperbaiki oleh 5 orang.

"Erupsi Gunung Kelud tersebut menjadi bencana provinsi bukan nasional. Dimana seluruh daerah terdampak letusan mendapatkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim," ucapnya.

Penanganan bencana tersebut, lanjutnya, ditangani bersama instansi/lembaga terkait bencana, baik saat pra, saat berlangsung, maupun usai bencana. Secara teknis, penanganan bencana dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim bersama lembaga terkait seperti TNI, Polri, Dinas Sosial, swasta, masyarakat, dan taruna siaga bencana (tagana). (bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA