SS TODAY

Sesar Palu Koro, Penyebab Gempa Donggala

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 28 September 2018 | 21:45 WIB
Warga berada di luar rumahnya pascagempa bumi di kecamatan Sindue, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Gempa di Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) terjadi akibat aktivitas sesar Palu Koro.

Muhamad Sadly Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi di Donggala merupakan jenis gempa bumi dangkal.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (Slike-Slip)," ujarnya melalui edaran pers.

Gempa pertama terjadi pada Jumat (28/9/2018) pukul 14.00 WIB. Gempa yang semula bermagnitudo 5,9 pada Skala Richter (SR) menjadi M 6 SR dengan pusat gempa dua KM arah Utara Kota Donggala pada kedalaman 10 KM. Sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro.

Kemudian terjadi gempa-gempa susulan. Pada pukul 17.02 WIB terjadi gempa susulan dengan magnitudo terkuat 7,4 Skala Richter.

Sejumlah rumah roboh dan rusak akibat gempa. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Berdasarkan data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, sementara dilaporkan satu orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya terluka.

Hingga Jumat (28/9/2018) pukul 21.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 31 kali gempa susulan di Donggala, Sulawesi Tengah. Tercatat, magnitudo terbesar 6,3 SR dan terkecil 2,9 SR.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA