SS TODAY

BNPB Menyebut 16 Ribu Warga Kota Palu Mengungsi Pascagempa dan Tsunami

Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 29 September 2018 | 18:54 WIB
Warga berada di luar rumahnya pascagempa bumi di kecamatan Sindue, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, ada sekitar 16 ribu Warga Kota Palu yang jadi pengungsi pascabencana gempa bumi dan tsunami, kemarin, Jumat (28/9/2018).

"Berdasarkan data yang diterima sampai pukul 16.00 WIB sore hari ini, BNPB memperkirakan 16.732 orang pengungsi itu tersebar di 24 titik daerah Kota Palu," ujarnya dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Para pengungsi yang terdiri dari berbagai usia mulai dari bayi sampai usia lanjut, laki-laki dan perempuan, untuk sementara berkumpul di berbagai tempat terbuka seperti lapangan, dan jalanan.

Jumlah itu masih bisa bertambah karena gempa susulan, kata Kepala Humas BNPB, masih terjadi di sejumlah titik.

"Mereka (para pengungsi) harus terpenuhi kebutuhan dasarnya. Tapi, sampai sekarang belum semua pengungsi mendapatkan bantuan karena persediaan dan personel yang terbatas," imbuhnya.

Beberapa kebutuhan yang mendesak untuk para pengungsi, antara lain air minum, obat-obatan, tenaga medis, tenda, selimut, makanan siap saji, makanan bayi, alat penerangan, genset, dapur umum, kantong mayat, dan kain kafan.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Anggota TNI, Polri, Basarnas, relawan serta warga masyarakat, sejauh ini masih fokus melakukan pencarian dan penyelamatan korban di Kota Palu.

Sementara, BNPB belum juga bisa mendapat informasi dari Kabupaten Donggala karena akses transportasi dan komunikasi masih terputus.

Sutopo menambahkan, jumlah korban meninggal dunia berdasarkan data sementara yang diterima BNPB, sampai pukul 13.00 WIB, ada 384 orang yang ditemukan di Kota Palu.

Dari total 384 orang yang meninggal, baru sekitar 56 jenazah yang sudah bisa teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Kemudian, ada 540 orang yang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit akibat mengalami luka berat, dan 29 orang dilaporkan hilang. (rid/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



LAINNYA