SS TODAY

Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Tercatat 405 Orang

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 29 September 2018 | 21:03 WIB
Kondisi kerusakan di rumah sakit di Kota Palu., Sabtu (29/9/2018). Foto: BNPB
suarasurabaya.net - Rombongan pejabat hari ini mendatangi Kota Palu, untuk melihat secara langsung kondisi di sana pasca peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) kemarin.

Ferdinandus Setu Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo mengatakan, jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami bertambah. Sampai saat ini, tercatat ada 405 orang, yang tersebar di rumah sakit di Kota Palu dan Donggala.

"Kami belum tahu persisnya, apakah dari 405 korban itu didominasi oleh anak-anak atau bagaimana. Untuk korban luka mencapai 150 orang," kata Ferdinandus, kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (29/9/2018).

Adapun upaya penanganan selanjutnya, kata dia, pihak Menkopolhukam akan segera membentuk tim untuk penanganan khusus bencana, dan dipimpin langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD).

Ditargetkan, besok seluruh jenazah atau korban gempa dan tsunami yang sudah selesai diidentifikasi, bisa dimakamkan secara layak.

"BNPBD dan Basarnas juga masih terus mencari korban lainnya, yang masih tertimpa di puing-puing. Bangunan instansi, lembaga banyak yg hancur dan rusak. Akses menuju Palu juga sangat terbatas," tambahnya.

Ferdinandus mengungkapkan, Menteri Sosial juga diminta untuk segera membuat dapur umum di 10 tempat pengungsian. Sedangkan Menkominfo, akan fokus berupaya pada proses pemulihan jaringan komunikasi.

Sekedar diketahui, rombongan pejabat itu berangkat ke Palu dan dipimpin langsung oleh Wiranto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Sedangkan pejabat lainnya, yaitu Komjen Ari Dono Wakapolri, Hadi Tjahjanto Panglima TNI, Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Sosial, Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika, dan F Henry Bambang Soelistyo Kepala Basarnas. (ang)
Editor: Ika Suryani Syarief



LAINNYA