SS TODAY

Berita Hoaks berkaitan dengan Gempa Donggala

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 02 Oktober 2018 | 13:26 WIB
Salah satu berita hoax ancaman gempa dan tsunami yang mulai menyebar di Kota Palu dan daerah lain. Foto: @Sutopo_PN
suarasurabaya.net - Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan sejumlah berita bohong atau hoaks yang berkaitan dengan bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju.

"Kami punya 70 tim verifikator untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi setiap isu yang oleh mesin pengais disinyalir sebagai hoaks," tutur Ferdinandus Setu Plt. Kepala Biro Humas Kominfo melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (2/10/2018) seperti dilansir Antara.

Hoaks yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform pesan tersebut adalah Walikota Palu meninggal, sementara faktanya Walikota Palu tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.

Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa retak juga merupakan hoaks karena faktanya Bendungan Bili-bili dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.

Terdapat juga korban musibah yang merupakan foto kejadian gempa tsunami aceh 26 Desember 2004, tetapi disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa dan tsunami di Palu.

Adanya gempa bumi susulan juga merupakan hoaks, Sutopo Purwo Nugroho Kepala Humas BNPB melakukan konfirmasi tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti.

Hoaks Gerak cepat relawan FPI melakukan evakuasi korban gempa Palu 7.7, sementara faktanya dalam gambar yang beredar, relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.

Informasi penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu gratis untuk keluarga korban merupakan berita bohong karena pesawat Hercules TNI AU yang menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat.

Sedangkan pemberangkatan dari Palu diprioritaskan untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak serta pasien ke Makassar.

Kominfo mengimbau agar seluruh masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

Apabila menemukan informasi yang diduga mengandung hoaks, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten. (ant/dwi)
Editor: Restu Indah



LAINNYA