SS TODAY

Ini Alasan BNPB Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Terkesan Lamban

Laporan Denza Perdana | Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:11 WIB
Willem Rampangilei Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (dua dari kanan). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Willem Rampangilei Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, proses evakuasi masih menjadi prioritas penanganan pascabencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

"Sesuai instruksi presiden, kami melakukan upaya pencarian dan penyelamatan secara maksimal dan secepat-cepatnya. Itu prioritas kami, dan itu sudah dilakukan," ujarnya di Markas Korem 132/Tadulako, Palu, Selasa (2/10/2018).

Dia mengakui, proses evakuasi ini membutuhkan waktu yang lama karena kendala medan di lokasi-lokasi yang cukup parah berdasarkan korban yang terdampak. Seperti di Petobo, Balaroa, Pantai Talise, dan Hotel Roa-Roa.

"Petobo itu panjangnya 1,5-2 kilometer, lebarnya sekitar 400-500 meter. Ratusan rumah terpendam di sana. Kami mau nambah alat juga enggak bisa, karena medannya seperti itu. Belum lagi Balaroa, Pantai Talise, juga hotel Roa-Roa," ujarnya.

Dia mengatakan, Basarnas tetap melakukan proses evakuasi dibantu peralatan berat dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat didukung personel dari TNI, polri, dan para relawan.

"Panglima TNI sudah menambah jumlah prajuritnya. Termasuk kapolri. Jadi sekarang timnya bertambah sekitar 1.400 orang. Hari ini, tiga batalyon TNI AD itu tiba di Palu," ujarnya.

Saat ini, berdasarkan data dari Posko Satgas Penanganan Bencana di Korem 132/Tadulako total jumlah korban meninggal 925 orang, jumlah pengungsi sekitar 61 ribu, 799 luka-luka, dan 99 orang masih belum ditemukan.(den/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA