SS TODAY

Satu Atlet Paralayang Jatim Ditemukan Meninggal Dunia di Reruntuhan Hotel

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 02 Oktober 2018 | 17:29 WIB
Proses evakuasi korban gempa dan tsunami di reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa, Palu. Foto: @Sutopo_PN
suarasurabaya.net - Satu atlet paralayang Jatim yang sempat dikabarkan hilang pascagempa dan tsunami di Kota Palu, ditemukan meninggal dunia. Dia adalah Ardi Kurniawan atlet Puslatda Paralayang Jatim yang berasal dari Kota Batu. Ardi juga tercatat sebagai atlet pendukung yang masuk Pelatnas Asian Games 2018.

Arif Eko Wahyudi Ketua Umum Pengprov Fasi Jawa Timur mengatakan, jenazah Ardi ditemukan Selasa (2/10//2018) pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Jenazahnya, ditemukan di antara reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa yang menjadi tempat tinggalnya, selama berada di Kota Palu.

Selain menemukan jenazah Ardi, Tim SAR Gabungan juga telah menemukan dua jenazah atlet asal Sulawesi Utara, yaitu Frangky Kowaas dan Loren Kowaas.

"Ardi ditemukan pagi tadi. Kemudian menyusul dua kakak adik atlet dari Sulawesi Utara. Mereka ditemukan di dekat bangunan hotel yang runtuh," kata Arif, saat dihubungi suarasurabaya.net, Selasa (2/10/2018).

Arif mengatakan, pihaknya telah berkoodinasi dengan Lanud Malang terkait pemulangan jenazah Ardi ke rumah duka, yaitu di Kota Batu. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan peti jenazah dan harapannya jenazah bisa dipulangkan besok.

"Pemulangan jenazah, kami sudah koordinasi dengan Lanud. Ini kami juga masih mencari peti mati, untuk membawa jenazahnya. Sudah kami dapatkan di daerah Makassar. Mudah-mudahan besok sudah bisa dipulangkan. Keluarga korban sudah tahu," kata dia.

Sementara untuk dua atlet lainnya, yaitu Reza dan Fahmi yang juga dikabarkan hilang, sampai saat ini masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus mencari di sekitaran reruntuhan bangunan hotel dan proses evakuasi masih berlangsung.

Arif juga mengungkapkan, sudah ada dua atlet Jatim yang dipulangkan ke rumahnya. Kedua atlet itu mengalami cedera dan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Batu dan Rumah Sakit AU Abdurrahman Saleh, Malang. Mereka adalah Gigih dan Sugeng Santoso yang dipulangkan pada hari Minggu kemarin. (ang/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA