SS TODAY

45 Ton BBM Siap Didistribusi untuk Masyarakat Palu

Laporan Denza Perdana | Rabu, 03 Oktober 2018 | 06:03 WIB
Kondisi di SPBU Sisingamangaraja, Palu saat masyarakat antre BBM. Foto: Lulut Prastyo untuk suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bahan bakar minyak (BBM) menjadi kebutuhan penting di Palu, Sulawesi Tengah, pascabencana gempa dan tsunami yang berdampak ribuan korban meninggal.

Karena itulah, selain menjarah makanan dan pakaian di toko, minimarket, maupun mal, masyarakat juga menjarah kendaraan tangki BBM, juga SPBU.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM mulai menyuplai BBM untuk masyarakat Palu.

Willem Rampangilei Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan ini dalam konferensi pers di Markas Korem 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018).

"Kementerian ESDM mulai hari ini mengirimkan BBM. Jumlahnya belum diketahui. Masih berdatangan," ujar Willem kepada sejumlah awak media nasional maupun asing.

Kolonel Infantri Muhammad Thohir Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XIII/Merdeka mengatakan, enam truk tangki BBM sudah berangkat sejak Senin (1/10/2018).


Kolonel Infantri Muhammad Thohir Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XIII/Merdeka. Foto: Denza suarasurabaya.net

"Bantuan BBM dari Poso sudah berangkat sejak pukul 18.00 WITA kemarin. Ada enam tangki. Sekarang sudah di Depo Pertamina, dekat Bandara," katanya di acara yang sama.

Seharusnya, kata Thohir, BBM itu sudah mulai didistribusikan mulai Selasa pagi. Tapi distribusi terpaksa tertunda karena truknya dihadang massa dan hendak dijarah.

"Ini totalnya 45 ton. Tadi pagi sebenarnya sudah mau berangkat, tapi baru keluar dari Depo truk sudah dihadang massa. Akhirnya kami minta balik lagi," ujarnya.

BBM itu, kata dia, akan didistribusikan ke dua SPBU yang masih berfungsi normal. Dia mengatakan, ada empat SPBU di Palu yang rusak karena upaya penjarahan oleh warga.

Thohir membenarkan, TNI akan menerjunkan tambahan satuan setara batalyon (SSB) sebanyak 1.500 personel. Terdiri dari 1.000 Brigade Infanteri, 3 Komando Strategi Angkatan Darat dan 500 orang batalion organik.

"150 personel akan kami tambahkan untuk memperkuat pengamanan Bandara, sisanya kami distribusikan ke daerah Sigi dan Donggala untuk membantu evakuasi," katanya.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA