SS TODAY

Pascagempa, 180 Hektare Area Petobo dan 202 Hektare Area Jono Oge Amblas

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 04 Oktober 2018 | 11:42 WIB
Foto udara kawasan tanah bergerak (likuifaksi) yang terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR pada 28 September 2018 di Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Citra satelit Pleiades dan Sentinel 2 memperlihatkan sampai 180 hektare area Petobo di Palu dan 202 hektare area Jono Oge di Kabupaten Sigi amblas akibat gempa 7,4 SR yang berpusat di timur laut Donggala pada (28/9/2018) lalu.

Tim Tanggap Darurat Bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Jakarta, Kamis (4/10/2018) menyampaikan bahwa, menurut interpretasi visual data dua satelit tersebut luasan area amblesan di Petobo 180 hektare dengan jumlah bangunan rusak 2.050 dan bangunan yang kemungkinan rusak 168. Sementara amblesan di Jono Oge luasnya 202 hektare dengan jumlah bangunan rusak 366 dan bangunan yang kemungkinan rusak 23.

Walau amblesan di Jono Oge lebih luas, kerusakan bangunannya lebih sedikit karena permukimannya jarang.

Data Satelit Penginderaan Jauh yang digunakan tim adalah data satelit Pleiades tanggal 6 Juli 2018, serta data satelit Sentinel 2 tanggal 17 September 2018 (sebelum gempa) dan 2 Oktober 2018 (setelah gempa).

Priyatna Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN mengatakan data Sentinel 2, satelit milik Uni Eropa, dapat diunduh secara bebas. Data Sentinel 2 yang memiliki resolusi spasial 10 meter digunakan untuk delineasi luas wilayah amblesan, sedang data Pleiades digunakan untuk identifikasi kerusakan bangunan.

"Kalau untuk ukuran amblas memang dari satelit tidak terdeteksi secara spesifik," katanya dilansir Antara.

Ia mengatakan tim akan terus menyisir dan menghitung jumlah kerusakan berdasarkan data satelit penginderaan jauh dari berbagai sumber baik dari Stasiun Bumi Parepare milik LAPAN maupun dari komunitas internasional. (ant/nin/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA