SS TODAY

Korban Meninggal Bencana Sulawesi Tengah Tembus 1.558 Jiwa

Laporan Denza Perdana | Kamis, 04 Oktober 2018 | 21:23 WIB
Evakuasi korban yang tertimpa di reruntuhan Hotel Roa-Roa, Jalan Pattimura, Palu Selatan, Sulteng, pada Kamis (4/10/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Korban meninggal akibat bencana Sulawesi Tengah berdasarkan data Pos Komando Satgas Gabungan Terpadu menjadi 1.558 jiwa hingga Kamis (4/10/2018) petang.

Sementara, berdasarkan hasil pendataan evakuasi jenazah dari Badan SAR Nasional (Basarnas), ada 110 jenazah yang ditemukan di berbagai lokasi di Sulteng, Kamis ini.

Beberapa di antaranya adalah 8 jenazah yang ditemukan di reruntuhan Hotel Roa-Roa, Jalan Pattimura Palu Selatan, Kota Palu hingga Kamis sore pukul 17.00 WIB.

Pencarian dan penyelamatan korban juga dilakukan tim gabungan yang dikoordinir Basarnas di wilayah Petobo. Ada 34 jenazah dievakuasi dari daerah yang terdampak likuifaksi itu.

Evakuasi juga dilakukan di daerah terdampak likuifaksi di Balaroa. Ada 50 jenazah ditemukan Basarnas di lokasi itu. Sedangkan di Biromaru, Kabupaten Sigi, ada 7 jenazah ditemukan.

Sejumlah jenazah yang ditemukan, menurut data Pos Komando Satgas Gabungan Terpadu di Korem 132/Tadulako Sulawesi Tengah, seluruhnya telah dimakamkan.

Jenazah terbanyak dimakamkan di pemakaman keluarga, jumlahnya 921 jiwa. Sedangkan di pekuburan masal Poboya ada sebanyak 582 jenazah dimakamkan.

Ada juga jenazah yang dimakamkan di pekuburan masal Pantoloan sebanyak 35 jenazah.

Namun, data itu juga menyebutkan, masih ada jenazah yang belum dievakuasi ke pemakaman yang kini berada di RS Madani. Jumlahnya sebanyak 20 jenazah.

Gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala ini berdampak masif. Terdata sebanyak 65.733 rumah rusak akibat bencana ini.

Jumlah pengungsi pun semakin banyak. Kini terdata sebanyak 70.821 warga Sulawesi Tengah yang mengungsi di 147 lokasi pengungsian di tiga daerah itu.(den/tin)


LAINNYA