SS TODAY

Tim SAR Gabungan Berupaya Membuka Akses yang Tertutup Lumpur di Petobo

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 10:58 WIB
Tim SAR gabungan melakukan koordinasi pemetaan sebelum evakuasi jenazah di Lumpur Petobo Palu. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Hampir 50 orang tim gabungan pencarian dan penyelamatan korban likuifaksi berupaya membuka akses ke perkampungan warga yang terendam lumpur di Kelurahan Petobo Palu Selatan, Sabtu (6/10/2018).

Baik dari Basarnas maupun Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad), mereka siap mengevakuasi jenazah dibantu enam eskavator.

Reppind Koordinator Regu Tim SAR Gabungan sempat memimpin rapat pemetaan lokasi bersama warga setempat. Pemetaan ini bertujuan untuk menentukan sektor-sektor yang akan ditempati enam tim yang ada.

Andriadi warga Birumaru mengatakan, Dirinya yang pertama-tama mengoordinasi warga setempat pascakejadian Jumat 28 September 2018 lalu, untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Menurutnya, sudah lebih dari 400 jenazah yang berhasil dievakuasi oleh warga, dan sudah diambil keluarganya. Dia memperkirakan, sisa jenazah di lokasi terdampak likuifaksi, masih banyak.

"Kemungkinan masih banyak di bawah lumpur ini," kata dia.

Pantauan suarasurabaya.net rapat koordinasi SAR digelar di Desa Panao, Kecamatan Birumaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Lokasi ini hanya berbatasan 200 meter dengan Kelurahan Petobo Palu Selatan yang terdampak Likuifaksi.

Dari sini ke arah Petobo, sepanjang mata memandang adalah lumpur.
Rumah-rumah rusak, tertimbun atau terangkat. Mobil-mobil terendam lumpur yang mengering, dan banyak motor tenggelam.

Warga setempat mengatakan, di dalam lumpur itu masih banyak warga yang sudah menjadi jenazah. (den/bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA