SS TODAY

Pascagempa Sulteng, 100 Ribu Siswa Masih Dinyatakan Hilang

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 07 Oktober 2018 | 15:22 WIB
Ilustrasi. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala, Kemendikbud mengupayakan pemulihan sekolah bagi para korban.

"Kerusakan sekolah mencapai 2.736 sekolah dipastikan rusak dari berbagai tingkatan, terutama SD yang paling parah," kata Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada Radio Suara Surabaya, Minggu (7/10/2018).

Disisi lain, pendataan jumlah siswa di wilayah terdampak gempa masih dilakukan mengingat dari sekitar 200 ribu siswa, separuhnya belum diketahui pasti keberadaannya.

Menurut Mendikbud, kemungkinan 100 ribuan siswa lain masih mengungsi di keluarga mereka yang ada di Sulawesi maupun di Jawa. Sisanya masih akan didata berapa siswa yang berada di wilayah terdampak likuifaksi dan masih belum ditemukan.

"Kita menduga yang paling banyak (siswa meninggal, red) paling banyak yang kena tsunami dan juga wilayah yang ambles. Itu diperkirakan ada 100 KK disitu," kata Mendikbud.

Ia juga mengatakan, kemungkinan banyak siswa yang terseret ombak maupun terkena reruntuhan bangunan dikarenakan pada saat kejadian, banyak siswa yang sedang berada di rumah.

"Bencana itu kan ada yang terjadi pada waktu magrib, dan anak-anak itu sedang ada di rumah. Jadi belum bisa dipetakan, tidak seperti gempa yang di NTB, karena ini bencana gempa dan tsunami terjadi bersamaan," imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya meminta semua dinas pendidikan provinsi berembuk agar mau menerima para siswa yang terdampak bencana di sekolah terdekat dengan wilayah mereka.

"Seperti yang ada di seperti Jawa Timur, kita selamatkan dulu hak-hak siswa kita untuk mendapatkan pendidikan dalam kondisi apapun," ujarnya.

Kemendikbud juga akan mengirimkan bantuan alat-alat belajar dan juga tenda untuk dibangun sekolah darurat. Tenda yang dikirimkan kebanyakan dibeli dari Surabaya, yang diakui Mendikbud, kualitasnya lebih bagus dan lebih murah dari daerah lain. Sedangkan untuk terpal sekolah darurat akan dikirimkan langsung dari pusat.

"Kira-kira satu sekolah cukup dengan dana Rp30 juta, terpalnya terpalnya kita kirim langsung dari pusat," tambahnya.(tin/dim/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



LAINNYA