SS TODAY

Kegiatan Kognitif dan Motorik Atasi Sisa Traumatik pada Anak

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 07 Oktober 2018 | 18:23 WIB
Relawan sedang memberikan Traumatic Healing pada anak-anak korban gempa dan tsunami di Palu. Foto: lazismu.org
suarasurabaya.net - Pascagempa dan tsunami yang menimpa Palu dan Donggala Sulawesi Tengah sampai sekarang masih banyak menimbulkan kerugian baik fisik, materi maupun secara psikis. Hal itu juga menyisakan duka dan trauma yang mendalam bagi masyarakat terutama anak-anak.

Seto Mulyadi Ketua Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dalam sambungan telepon bersama Suara Surabaya mengungkapkan keprihatinannya kepada anak-anak di Sulawesi Tengah. Dia juga mengaku terpukul ketika menemui anak-anak yang kehilangan keluarganya dan mengalami depresi.

"Kami menemui beberapa anak yang sempat terguncang tsunami, menemui salah satu anak yang cukup terpukul karena kedua orang tuanya tenggelam berikut rumahnya dalam tragedi likuifaksi beberapa waktu lalu," terangnya.

Menanggapi hal itu, pihaknya bekerjasama dengan Layanan Dukungan Psikologis (LDP) Indonesia dan para relawan datang langsung untuk memberikan penanganan secara khusus untuk anak-anak yang mengalami depresi.

"Kami langsung datang, sesampainya langsung briefing dengan para relawan kemudian menyebar ke beberapa tempat. Kami melakukan upaya pendekatan treatment psikologis agar mereka bisa kembali ke ranah positif," jelasnya.

Dia juga berharap dengan program Traumatic Healing ini anak-anak dapat kembali seperti semula.

"Jadi energi negatif itu kami ubah menjadi positif dengan bermain dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan kognitif dan motorik anak. Jika hal ini terus dilakukan maka saya percaya sisa-sisa traumatik dapat teratasi," ungkap Ketua LPAI tersebut. (dim)
Editor: Ika Suryani Syarief



LAINNYA