SS TODAY

Terkumpul Rp2 M Lebih, Posko Pemkot Masih Dibuka

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:21 WIB
Kondisi Sabtu (6/10/2018) Tim SAR Gabungan mengerahkan 88 personel serta 5 eskavator yang 2 diantaranya difungsikan untuk membuka jalan utama, dan 3 sisanya untuk membantu tim SAR untuk proses evakuasi korban bencana Palu. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp2 miliar lebih untuk korban bencana Lombok dan Palu, yang dihimpun dari sumbangan yang diberikan masyarakat Kota Surabaya.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, sekitar Rp1,5 miliar nantinya akan digunakan untuk membangun sekolah di daerah terdampak gempa di Lombok.

"Alhamdulillah dana yang terkumpul di atas dua miliar, jadi untuk yang Lombok Rp1,594 (miliar, red) sekian. Kita rencanakan untuk pembangunan sekolah. Saya harap anak-anak Surabaya bisa memberikan sesuatu kepada anak-anak di Lombok. Tapi sekarang kontruksinya masih dibahas bersama," kata Risma kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Namun untuk kontruksi bangunan masih dalam pembahasan. Menurut Risma, masih ada penyusuaian permintaan antara pemerintah di Lombok dengan Pemkot Surabaya. Pemerintah di Lombok menginginkan adanya pembangunan sekolah sementara. Sedangkan Pemkot Surabaya menginginkan sekolah permanen tahan gempa.

"Kemarin mintanya bangunan sementara. Sedangkan kita masih konsultasikan dengan perguruan tinggi bagaimana membangun bangunan tahan gempa," ujarnya.

Risma menyebut, total bantuan yang dihimpun Pemkot Surabaya mencapai Rp2,692 miliar yang dibagi untuk korban bencana Lombok dan Sulteng. Namun untuk bantuan bencana Sulteng, pihaknya mengaku masih terus menerima sumbangan uang maupun barang karena masih banyaknya korban bencana yang masih membutuhkan banyak bantuan.

Seperti saat Pemkot Surabaya mengirimkan genset dan beras, warga masih berebut mendapat bantuan. Begitu juga dengan obat-obatan.

"Pas kita ngirim bantuan obat-obatan di Puskesmas itu juga antrean sangat panjang sampai 300an orang. Terus tim kita juga akan ke RS Anutapura. Nanti kita lihat, kalau masih butuh kebutuhan sehari-hari ya kita penuhi dulu," tambah Risma.

Menanggapi soal kondisi relawan pasca isu penjarahan di Palu, Risma mengaku bahwa ia belum menerima laporan tentang kendala yang dihadapi relawan dalam menyalurkan bantuan. Bahkan menurutnya, banyak dari warga yang ikut membantu mengangkut dan mendistribusikan bantuan.

Untuk itu, Risma menyampaikan terimakasih kepada warga Surabaya atas sumbangan yang telah disalurkan melalui Pemkot Surabaya.

"Pertama saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kota Surabaya yang berkenan memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Lombok dan Palu. saya berharap mari kita peduli dengan saudara kita yang terkena bencana," imbuhnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA