SS TODAY

Kemendikbud Sedang Memetakan Pembangunan Sekolah Baru Pascabencana Sulteng

Laporan Muchlis Fadjarudin | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:00 WIB
Didik Suhardi Sekretaris Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan setelah acara workshop Peningkatan Motivasi dan sumber Daya Manusia di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Didik Suhardi Sekretaris Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan, penanganan pasca bencana di Sulawesi Tengah akibat gempa dan tsunami dilakukan tiga tahap.

Tahap-tahap tersebut adalah masa emergency, tanggap darurat dan rehabilitasi.

"Kan bencana itu penanganannya ada tiga, masa emergency, tanggap darurat, kemudian baru rehabilitasi," ujar Didik di acara workshop Peningkatan Motivasi dan sumber Daya Manusia di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10/2018).

Pada msa tanggap darurat seperti sekarang ini, kata Didik, Kemendikbud selain mendidirikan sekolah-sekolah darurat, juga mendata dimana saja sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

"Masa tanggap darurat ini kan lagi jalan, nah sekarang kita sedang mendata sekolah yang rusak, termasuk mendirikan sekolah-sekolah darurat," jelasnya.

Menurut dia, setelah nanti masa tanggap darurat selesai, maka akan masuk masa rehabilitasi yang akan ditangani oleh Bdan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

"Nah nanti setelah ini (masa tanggap darurat, red) selesai, nanti masuk masa rehabilitasi. Masa rehabilitasi ada di tangan BNPB yang akan dikerjakan oleh PUPR," kata dia.

Sedangkan pada masa rehabilitasi tersebut, kata Didik, Kemendikbud juga akan memetakan pembangunan sekolah baru.

"Kemudian melalui kita yaitu Kemendikbud sekarang, sedang dipetakan yang nantinya akan dibangun sekolah baru," tegasnya.

Didik menjelaskan, untuk pelaksanaan ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tentu akan menyesuaikan dengan keadaan di daerah bencana.

"Sekolah-sekolah yang masih bisa tetap UNBK, yang enggak, ya nanti kita cari jalan keluarnya seperti apa," pungkas Didik.(faz/tin)
Editor: Zumrotul Abidin



LAINNYA