SS TODAY

KRI dr Soeharso-990 Sudah Menangani 2.371 Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 14 Oktober 2018 | 20:19 WIB
Ilustrasi KRI dr. Soeharso. Foto: Dok/Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tim kesehatan Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso-990 sudah memberikan pelayanan medis kepada 2.371 korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, sejak bencana melanda daerah-daerah di Sulawesi Tengah itu pada 28 September.

"Sebanyak 252 masih di rawat inap namun 2.119 telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan rawat jalan," kata dr Imam Hidayat Kepala Rumah Sakit KRI dr Soeharso-990 Kolonel Laut (K) dalam keterangan persnya, dilansir Antara, Minggu (14/10/2018).

Ia mengatakan, pasien tim kesehatan KRI dr Soeharso-990 di Pelabuhan Pantoloan Palu kebanyakan mengalami trauma berupa patah tulang dan luka robek pada jaringan permukaan. Menurut dia mayoritas pasien mengalami luka di daerah wajah atau sobek yang tidak tertangani dengan baik.

"Luka yang tidak ditangani dengan baik tersebut menimbulkan infeksi dan dapat menyebabkan cedera yang lebih parah seperti tidak berfungsinya suatu organ, sehingga tim medis langsung melaksanakan penanganan operasi agar organ tersebut dapat berfungsi dengan normal kembali," tuturnya.

Imam menyebutkan pasien Rumah Sakit KRI dr Soeharso-990 umumnya menjalani perawatan selama lima hingga tujuh hari, dan setelah kondisinya membaik diarahkan untuk melakukan rawat jalan.

"Setelah pasien dinyatakan membaik kondisinya, maka akan dilakukan rawat jalan dan akan dikembalikan ke pusat kesehatan wilayah seperti rumah sakit umum atau pusat kesehatan masyarakat yang berada di Sulteng," ujarnya.

Selain menangani pasien trauma akibat gempa bumi dan tsunami, Tim Kesehatan TNI dalam tugasnya juga membantu persalinan warga yang mengungsi akibat bencana.

"Hingga hari ini kita berhasil membantu 13 proses persalinan, baik proses persalinan yang dilakukan dengan cara operasi dan tanpa operasi. Operasi dilakukan bagi pasien yang sudah tidak bisa melakukan persalinan normal," kata Imam.

Rumah Sakit terapung milik TNI dikerahkan untuk membantu penanganan pasien pascabencana serta melakukan pendampingan dalam upaya menghidupkan kembali fungsi fasilitas pelayanan kesehatan wilayah.

KRI dr Soeharso-990 diperkuat oleh 121 orang tenaga kesehatan dari TNI dan sipil yang meliputi 38 dokter dengan berbagai spesialisasi dan 83 paramedis, termasuk perawat dan apoteker. (ant/ang)
Editor: Ika Suryani Syarief



LAINNYA