SS TODAY

10 Mahasiswa Tadulako Palu Lanjutkan Kuliah Sementara di Unair

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 31 Oktober 2018 | 16:49 WIB
Muhammad Nasih Rektor Unair. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pasca hancurnya Gedung Kampus Universitas Tadulako, Palu, akibat gempa dan Tsunami yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu, Universitas Airlangga (Unair) akhirnya menerima 10 mahasiswa Tadulako untuk melanjutkan kuliah sementara.

Muhammad Nasih Rektor Unair Surabaya menyebut, 10 mahasiswa ini akam mengikuti kuliah dengan sistem Sit-In. Sistem Sit-In sendiri, mampu memungkinkan berkuliah di Unair dan mengambil mata kuliah yang ada. Setelah proses perkuliahan selesai, proses dan hasil belajar mereka akan dilaporkan ke dosennya di Tadulako. Kemudian dosen mereka tersebut yang akan memberi nilai.

"Jika semester depan mereka masih kuliah di sini, bisa menggunakan sistem transfer. Jadi nilai di Unair akan ditransfer ke Tadulako, dan diakui. Itu proses selanjutnya," kata Nasih, Rabu (31/10/2018).

Namun, meski sistem transfer dimungkinkan, Nasih percaya bahwa mahasiswa Tadulako ini akan kembali ke Palu dan membangun kota tersebut.

Ditanya apakah masih ada kesempatan untuk mahasiswa lain di Tadulako yang ingin berkuliah di Unair, pada prinsipnya hal itu masih dimungkinkan. Namun, ia menyebut, saat ini unair sudah berada di tiga minggu setelah masa Ujian Tengah Semester (UTS). Sehingga menurutnya kalaupun ada, tidak berdampak signifikan.

Ia juga berjanji, biaya pendidikan akan digratiskan oleh rektorat. Terkait biaya hidup, Nasih mengaku ada beberapa mahasiswa yang memiliki keluarga di Surabaya, sehingga bisa lebih ringan.

"Beberapa orang yang tidak memiliki keluarga disini, ya tentu kita fasilitasi," katanya.

Ia juga berjanji, apabila ada mahasiswa Tadulako di Unair yang membutuhkan bantuan, rektorat dengan tangan terbuka akan membantu. Nasih juga menyebut, saat ini Kemenristek Dikti tengah menyiapkan program bantuan hingga Rp1 juta per bulan bagi mahasiswa Tadulako yang berkuliah di Unair.

Sekadar diketahui, 10 orang tersebut masing-masing mengambil kuliah sebagai berikut: 4 orang di Prodi Ilmu Hukum, 4 orang di Prodi Akuakultur, dan 2 orang di Ilmu Ekonomi Pembangunan. (bas/nin/bid)
Editor: Restu Indah



LAINNYA