SS TODAY

Yuk Dukung Surabaya dalam Guangzhou International Award

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 25 November 2018 | 09:43 WIB
Kota Surabaya masuk dalam nominasi Inovasi Perkotaan atau Urban Innovation dalam Guangzhou International Award 2018. Foto: vote.guangzhouaward.org
suarasurabaya.net - Kota Surabaya masuk dalam nominasi Inovasi Perkotaan atau Urban Innovation Guangzhou International Award 2018. Muhammad Fikser Kabag Humas Pemkot Surabaya mengajak setiap warga Surabaya untuk memberikan voting kepada Surabaya agar menjadi pemenang dalam nominasi ini. Menurut dia selama ini, pemberi voting kepada Surabaya adalah warga negara asing dan bukan warga Indonesia sendiri.

"Saat ini Surabaya posisi nomor 9, kami ngecek yang vote Surabaya (malah, red) orang luar (luar negeri, red). Untuk itu, kami minta tolong partisipasi dari warga Surabaya untuk vote agar Surabaya masuk 3 besar," jelas Fikser.

Anda bisa klik di sini, untuk menyalurkan suara untuk Surabaya. Sesuai ketentuan yang ada, setiap voting mengharuskan voters memilih tiga kota. Sehingga untuk memenangkan Kota Surabaya, Muhammad Fikser memberikan trik untuk memilih dua kota yang memiliki peringkat di bawah Kota Surabaya.

"Saran saya pilih dua kota lainnya yang peringkatnya dibawahnya (Surabaya, red), jadi misalnya vote Surabaya, lalu vote Kanada dan Meksiko yang ada dibawahnya," katanya.

Setelah memberikan tanda centang ke tiga kota, maka voters diarahkan untuk mengklik tombol Submit, dan memasukkan kode captcha 4 digit. Menurut Fikser, voting dapat diberikan lebih dari satu kali,

Surabaya menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk 10 besar kota urban paling berinovasi dalam penghargaan ini. Untuk menjadi pemenang, Surabaya harus bersaing dengan 193 kota dari 66 negara. Jika nantinya Surabaya masuk dalam 3 besar kategori Urban Innovation, maka Surabaya yang akan diwakili oleh Tri Rismaharini Wali Kota, akan memberikan presentasi di hadapan juri pada 5 Desember mendatang di Guangzhou, China.

Dalam ajang ini, Surabaya mengangkat tema menjaga lingkungan hidup yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah. Menurut Fikser, partisipasi warga Kota Surabaya dalam mengelola sampah dan kebersamaan untuk menjaga lingkungan adalah keunggulan yang ditonjolkan Surabaya dibandingkan kota-kota lain di dunia.

"Ini menunjukkan bahwa Surabaya memiliki kekuatan, khususnya dari segi lingkungan. Kita punya partisipasi masyarakat yang tinggi dalam menjaga lingkungan sampah dan menjaga kampung itu sangat kuat. Sehingga kita minta bantuan untuk seluruh warga Kota Surabaya dan kita patut bangga karena masuk dalam 10 besar Guangzhou International Award itu tidak mudah, sangat sulit," paparnya.

Dalam ulasan yang dituliskan panitia penyelenggara, mereka terkesan dengan cara masyarakat dalam mengelola limbah 3R. Pertama, yakni alasan tingginya keterlibatan masyarakat yang berjuang dalam program tersebut sehingga menjadi gerakan sosial yang patut dihargai.

Kedua, komitmen yang kuat dari masyarakat dan pemerintah kota untuk mengadopsi praktik dan teknologi internasional dalam menciptakan sistem pengelolaan, pemantauan dan pelaporan limbah yang berkelanjutan secara ekonomi. Penyelenggara juga terkesan dengan kemampuan warga yang untuk membayar kebutuhan transit alam botol plastik kosong.

"Diharapkan bahwa proses perubahan yang sedang berlangsung pada akhirnya akan tidak menghiraukan penggunaan botol plastik karena gerakan program berkembang di masa depan tetapi mengakui kontribusi 3R terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3, 6, 7 dan 11," tulis Komite Penyelenggara di laman vote.guangzhouaward.org.(tin/rst)
Editor: Restu Indah