SS TODAY

Risma Ngevlog Ajak Warga Dukung Surabaya Meraih Guangzhou International Award

Laporan Denza Perdana | Senin, 26 November 2018 | 15:24 WIB
Tri Rismaharini ngevlog untuk mengajak warga Surabaya dan Indonesia secara umum agar mendukung Kota Surabaya mendapatkan penghargaan Guangzhou International Award (GIA) for Urban Innovation 2018. Foto: Instagram @surabaya
suarasurabaya.net - Akun Instagram @surabaya, akun resmi Humas Pemkot Surabaya, sejak kurang lebih pukul 10.00 WIB menarik perhatian warganet, terutama warganet Surabaya. Ada video blog (vlog) Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

Risma ngevlog untuk mengajak warga Surabaya dan Indonesia secara umum agar mendukung Kota Surabaya mendapatkan penghargaan Guangzhou International Award (GIA) for Urban Innovation 2018 melalui vote di website GIA 2018.

Kota Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang menjadi finalis GIA 2018 bersaing dengan kota-kota lain di seluruh dunia. Sebelum sampai pada penentuan pemenang, ada beberapa tahap yang harus dilalui.

Salah satunya adalah vote yang harus dilakukan oleh warganya untuk memperebutkan posisi lima besar yang akan melangkah ke tahap selanjutnya, yakni tahap presentasi di depan 400 juri.

Perlombaan antarkota dunia dalam menangani pengelolaan lingkungan ini tentunya akan menjadi penghargaan bergengsi bagi Kota Pahlawan agar semakin dikenal dunia sebagaimana cita-cita Risma.

"Ayo teman-teman Surabaya, bantu Kota Surabaya dengan cara vote Kota Surabaya. Mohon dibantu ya, juga dibantu doa supaya aku bisa presentasi dengan baik karena menghadapi 400 juri, enggak gampang. Kita sudah empat kali daftar nggak pernah masuk finalis, kali ini kita masuk finalis mari kita manfaatkan dengan baik untuk mengangkat Surabaya lebih baik lagi. Terima kasih," kata Risma di vlog itu.

M. Fikser Kabag Humas Pemkot Surabaya mengatakan, sebelumnya Surabaya memang sudah pernah mengajukan proposal untuk mengikuti GIA. Bahkan, Surabaya sudah mengajukan empat kali proposal dan keempatnya tidak masuk dalam daftar finalis.

"Tahun ini Surabaya masuk finalis. Jadi, selain presentasi proposal di depan 400 juri, juga berdasarkan vote atau dukungan dari warga Surabaya. Kita juga baru tahu ada vote karena tidak ada surat resmi dari panitia. Ini ternyata sudah dibuka 1 bulan lalu. Masing-masing negara sudah minta dukungan lewat website resmi kota mereka, akhirnya tadi pagi ibu bikin video itu spontanitas," kata Fikser, Senin (26/11/2018).

Menurut Fikser, sebelumnya para juri The Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018 sudah datang ke Surabaya untuk menilai apakah proposal yang diajukan sama dengan kondisi di lapangan.

Para juri datang bersamaan dengan acara UCLG beberapa waktu lalu, tanpa pemberitahuan dan tidak mau ditemani pemkot Surabaya.

"Mereka ingin lihat dampak yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya secara langsung. Dari 900 kota, telah diseleksi menjadi 169 kota dari 66 negara, kemudian diseleksi lagi menjadi 15 kota," kata dia.

Setelah dipilih 15 kota, panitia lantas membuka vote bagi masyarakat. Kemarin, posisi Surabaya berada di urutan ke 9, kemudian berlanjut ke 7 lalu ke posisi 5.

"Pagi ini sudah di posisi ke-3 dan siang ini sudah berada di posisi ke-2. Jadi, ayo teman-teman semuanya ikut vote dan dukung Surabaya menjadi pemenang dalam penghargaan tingkat dunia ini," ujarnya.

Deadline voting ini berakhir pada 7 Desember 2018 mendatang. Pada hari itu, Risma sebagai wali kota akan melakukan presentasi di depan 400 juri dalam waktu yang terbatas hanya tujuh menit.

Fikser menambahkan, dalam kompetisi ini, Surabaya mengangkat tema menjaga lingkungan hidup melibatkan partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah. Partisipasi warga Kota Surabaya dalam mengelola sampah dan kebersamaan menjaga lingkungan adalah keunggulan yang ditonjolkan Surabaya.

"Ini menunjukkan bahwa Surabaya memiliki kekuatan, khususnya dari segi lingkungan. Kita punya partisipasi masyarakat yang tinggi dalam menjaga lingkungan, sampah, dan menjaga kampung itu sangat kuat. Sehingga kita minta bantuan untuk seluruh warga Kota Surabaya dan kita patut bangga karena masuk dalam 10 besar Guangzhou International Award itu tidak mudah, sangat sulit," katanya.

Nah, cara untuk mendukung kota tercinta ini cukup dengan mencentang Kota Surabaya di website http://vote.guangzhouaward.org/EN/vote.aspx. Selanjutnya dia menyarankan mencentang dua kota lain yang ada di bawah Kota Surabaya supaya posisi Surabaya terus meningkat. Lalu klik submit setelah mengisi kode captcha yang tersedia.

"Voting ini bisa diulangi setiap satu jam sekali. Ayo voting terus demi Surabaya yang lebih baik," katanya.(den/dim/ipg)

View this post on Instagram

Selamat pagi rekk! Happy Monday 🙌🏽🙌🏽 • Setelah 3 kali sebelumnya mengikuti Guangzhou International Award dan belum berhasil masuk dalam nominasi finalis, tahun ini Surabaya masuk ke dalam 15 besar finalis Guangzhou International Award. Jumlah peserta yang daftar ada 193 kota dan Surabaya adalah satu-satunya yang mewakili Asia Tenggara 🙌🏽🙌🏽🙌🏽 • Nantinya kota yang masuk sebagai 5 besar nominasi akan presentasi di Guangzhou dan menghadapi 400 juri rekk 😱 pada 6-8 Desember 2018 • 5 kota yang masuk nominasi ini berdasarkan voting • Ayoo! Dukung Surabaya di Guangzhou International Award dengan cara vote kota Surabaya (beserta 2 kota lainnya, karena syarat wajib adalah vote 3 kota pilihan) • Dan yang terakhir jangan lupa tekan tombol “submit” agar vote kamu resmi terhitung • Hal ini bisa dilakukan setiap 1 jam sekali, mimin pantau pagi ini Surabaya sudah ada di ranking ke-3 rek 😆😆 (padahal kemarin masih ada di ranking ke-7) • Ini linknya rek bit.ly/surabayamendunia (atau bisa liat di instastories atau highlight) • Jadi, sudahkah kamu vote Surabaya hari ini? • #BanggaSurabaya #SurabayaMendunia

A post shared by Surabaya (@surabaya) on

Editor: Iping Supingah