SS TODAY

Polrestabes Surabaya Sediakan Pos-Pos Unik Jelang Natal dan Tahun Baru

Laporan Agustina Suminar | Senin, 24 Desember 2018 | 10:40 WIB
Pos pengamanan OPS Lilin Semeru 2018 wilayah Polsek Wonokromo, Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Polretabes Surabaya menyediakan pos-pos unik dan semarak untuk pengamanan libur Natal dan Tahun Baru. Tujuan didirikan pos-pos ini adalah agar polisi dapat mendekatkan diri kepada masyarakat.

Menurut Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya, polisi juga menyediakan dua pos pelayanan yang berada di Taman Bungkul dan Tambaksari, yang dapat digunakan pengendara untuk beristirahat, hingga bengkel untuk perbaikan kendaraan.

"Tahun ini pos-pos dibangun secara unik biar makin dekat dengan masyarakat. Kemudian kita mempunyai dua pos pelayanan, masyarakat bisa datang kesana untuk istirahat, disediakan minuman, kalau ada perlu bengkel juga kami siapkan," ujar Kombes Pol Rudi kepada Radio Suara Surabaya, Senin (24/12/2018).


Pos pengamanan OPS Lilin Semeru 2018 wilayah Polsek Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Foto: Istimewa


Pos pengamanan OPS Lilin Semeru 2018 wilayah Polsek Genteng, Surabaya. Foto: Istimewa

Menurutnya, dengan menyediakan pos-pos unik ini, polisi ingin agar masyarakat lebih merasa dekat dan diayomi. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih terbuka dengan polisi tentang berbagai informasi.


Pos pengamanan OPS Lilin Semeru 2018 wilayah Polsek Tegalsari, Surabaya. Foto: Istimewa

"Kita merubah tampilan, polisi ini harus makin dekat dengan masyarakat. Dengan makin dekat itu masyarakat merasa diayomi. Penampilan polisi yang seolah tidak melayani akan terkikis dan masyarakat akan lebih terbuka dengan polisi," tambahnya.

Dalam operasi terpusat Lilin Semeru 2018 kali ini, Polrestabes Surabaya menurunkan dua per tiga dari 2.100 personil anggotanya, ditambah jajaran TNI, aparat Pemerintah Kota serta beberapa organisasi masyarakat (ormas) untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Sedangkan untuk pengamanan tempat ibadah, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan pengurus gereja untuk jadwal misa pada hari ini hingga Selasa besok (25/12/2018). Dari jadwal misa tersebut, akan dikelompokkan berdasarkan besar kecilnya potensi gangguan.

Polisi juga merancang strategi untuk membatasi pintu masuk di gereja-gereja yang biasanya terdapat 3-4 lebih pintu masuk. Pihaknya juga menjaga jarak dari gereja agar jemaat tidak merasa terganggu dengan pengamanan yang dilakukan polisi.

"Kepada para jemaat kami mohon pengertiannya, terkadang menimbulkan ketidaknyamanan. Mungkin nanti barang-barang akan diperiksa dan sebagainya, kami mohon maaf, karena semua ini agar Surabaya lebih aman, patuhi saja aturan dari gereja dan aktif komunikasi dengan polisi jika ada yang mencurigakan atau gangguan keamanan," tutup Kombes Pol Rudi.(tin/rst)
Editor: Restu Indah