SS TODAY

Sterilisasi di Gereja, Kapolrestabes Surabaya Terapkan Strategi Pengamanan Khusus

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 24 Desember 2018 | 15:38 WIB
Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya (pegang tali anjing) bersama Tim Gegana dan Unit K9 Satsabhara meninjau langsung kesiapan gereja menjelang perayaan Natal 2018, Senin (24/12/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya meninjau langsung kesiapan gereja menjelang perayaan Natal 2018, Senin (24/12/2018). Bersama Tim Gegana dan Unit K9 Satsabhara, pihaknya mengunjungi beberapa gereja besar untuk melakukan kegiatan sterilisasi.

Ada 25 gereja di Surabaya yang dilakukan sterilisasi. Beberapa di antaranya yang dikunjungi langsung oleh Kapolres, yaitu Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Gereja Katolik Kristus Raja, Gereja Bethany, dan lain-lain. Sterilisasi ini dilakukan dengan cara menyusuri setiap sudut di gereja menggunakan anjing pelacak, alat metal detector, dan mirror detector.


Polisi sedang melakukan sterilisasi gereja menggunakan metal detector. Foto: Anggi suarasurabaya.net

"Sesuai dengan SOP, pengamanan Natal untuk memberikan rasa nyaman kepada jemaat gereja kami melakukan sterilisasi ke gereja yang besar. Sterilisasi gereja dilakukan untuk mencegah ancaman teror. Setelah sterilisasi itu kami tutup sampai dengan ibadah Natal," kata dia.

Selain sterilisasi, lanjut dia, pihaknya juga telah menerapkan beberapa strategi pengamanan gereja. Salah satunya, mengurangi akses masuk ke gereja baik orang maupun kendaraan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak gereja untuk menyeleksi siapa saja yang diperbolehkan masuk ke gereja.

Begitu juga kendaraan, baik motor maupun mobil sudah tidak bisa lagi langsung masuk ke gereja. Ada sejumlah barier yang dipasang untuk mengantisipasi kendaraan yang menyerobot masuk. Sudah ada tempat yang disediakan untuk parkir kendaraan.

"Biasanya ada 4 atau lebih akses masuk gereja. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak gereja untuk menyeleksi orang yang bisa masuk. Penjagaan itu lokasinya lebih jauh dari gereja. Belajar dari kemarin kendaraan motor bisa langsung masuk. Sekarang tidak memungkinkan lagi, karena berhadapan dengan barier," jelasnya.

Pengamanan perayaan Natal ini, kata Rudi, dibantu oleh personel gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, Pemkot Surabaya, Banser, dan lain-lain. Pihaknya memastikan, setiap gereja akan dijaga oleh petugas keamanan. Pihaknya berharap, seluruh masyarakat yang merayakan Natal bisa mematuhi apa yang ditentukan oleh pihak keamanan dan gereja. Sehingga, seluruh jemaat bisa beribadah dengan tenang dan nyaman.

"Silahkan beribadah dengan tenang dan nyaman. Kami berada di tengah-tengah saudara semua. Ikuti apa yang sudah ditentukan oleh pihak gereja dan keamanan. Bagi masyarakat yang berlibur, kami juga siap memberikan keamanan dan kenyamanan," kata dia. (ang/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah