SS TODAY

Mengenal Jalan Panggung yang Dulu Jadi Kampung Melayu di Surabaya

Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 05 Januari 2019 | 13:09 WIB
Jalan Panggung yang berada di tengah-tengah kawasan Ampel dan Kembang Jepun ini dulunya merupakan perkampungan Melayu yang padat. Foto: Gana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Berbicara Surabaya tak melulu berbicara soal Bisnis. Surabaya juga punya sejarah panjang yang patut diingat dan dilestarikan, salah satunya di Jalan Panggung, Surabaya. Jalan panjang yang berada di tengah-tengah kawasan Ampel dan Kembang Jepun ini dulunya merupakan perkampungan Melayu yang padat.

Siswadi Perwakilan Komunitas Begandring Surabaya, sebuah komunitas pecinta sejarah dan budaya Kota Surabaya mengatakan, Kampung Melayu memiliki sejarah panjang sejak masa pendudukan Pemerintah Kolonial Belanda. Bahkan ia menyebut, ada kemungkinan Kampung Melayu sudah lebih dulu ada sebelum Belanda masuk Indonesia.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kolonial Belanda selalu menggunakan kebijakan pemisahan etnis termasuk di Surabaya. Sehingga, di Surabaya dikenal pula Kampung Arab untuk warga Arab, Kampung Pecinan untuk warga Tionghoa, dan termasuk Kampung Melayu untuk warga Melayu.

"Warga Melayu sendiri merupakan bagian dari pengelompokan itu tadi. Yang dihuni oleh warga melayu dari Asia Tenggara, sampai India dan Pakistan," ujar Siswadi ketika ditemui di Jalan Panggung, Surabaya, pada Sabtu (5/1/2019).

Seiring dengan berjalannya waktu, pengelompokan tersebut mengalami pembauran akibat aktifitas perdagangan yang makin masif. Ia bercerita, Surabaya Utara saat itu menjadi pusat perdagangan dan pusat pemerintahan pada zaman pra kolonial dan kolonial Belanda.

Ia melihat, Jalan Panggung yang dulu pernah menjadi aktifitas etnis Melayu masih memiliki ciri-ciri khas perkampungan melayu yang terjaga. Salah satunya bentuk rumah panggung di Jalan tersebut.

"Mangkanya mungkin namanya jalan panggung karena rumah-rumah panggung masih banyak. 75% itu masih terlihat cirinya," katanya.

Kini, Pemerintah Kota Surabaya sedang melakukan proyek Revitalisasi kawasan bersejarah di Surabaya Utara. rencana ini mencuat ketika Tri Rismaharini Walikota Surabaya pada Oktober 2018 mengatakan ingin membenahi kawasan Surabaya Utara. Rencana ini akhirnya berhasil disepakati pada November 2018 dan direncanakan bisa selesai pada bulan Mei 2019, tepatnya sebelum ulang tahun Kota Surabaya.

Mewakili komunitas Begandring, Siswadi berharap, Kota Tua Surabaya bisa sejajar dengan Kota Tua di Jakarta dan Semarang. Menurutnya, dua kota itu memiliki kota tua yang benar-benar terpelihara.

"Walaupun hanya sekadar lewat, seakan-akan kita terbawa suasana zaman dulu," pungkasnya. (bas/ipg)
Editor: Iping Supingah