SS TODAY

Komunitas Pegiat Sejarah Imbau Pemkot Tak Mengecat Warna-Warni Bangunan di Jalan Karet

Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 13 Januari 2019 | 13:06 WIB
Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Belasan massa dari berbagai komunitas pegiat sejarah di Kota Surabaya menggelar aksi damai mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar tidak mengecat bangunan tua di Jalan Karet dengan pola warna-warni pada Minggu (13/1/2019).

Sekitar pukul 09.00 WIB, Komunitas-komunitas yang tergabung dalam Forum Begandring Soerabaia ini memasang secara bergantian sepuluh banner berisi tuntutan mereka di beberapa titik bangunan tua yang berpotensi dicat.

"Program revitalisasi Pemkot ini kan tahap kedua (Jalan Karet, red). Kami khawatir ditahap kedua ini seperti yang dilakukan sama pemerintah kota ditahap pertama (Jalan Panggung,red), yaitu melabur warna gedung-gedung tua ini menjadi warna-warni yang sebenarnya tidak punya dasar. Tidak punya basis estetika. Kami berharap itu. Ada evaluasi," ujar Kuncarsono Prasetyo perwakilan Forum Begandring Soerabaia ketika ditemui di sela-sela aksi damai pada Minggu (13/1/2019).


Kuncarsono Prasetyo perwakilan Forum Begandring Soerabaia. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ia berharap, Pemerintah Kota Surabaya bisa duduk bersama dengan para ahli di bidangnya untuk merancang desain pengecatan bangunan tua yang ada di jalan Karet. Ia berpendapat, Pemkot Surabaya harus memiliki konsep yang matang dalam proses revitalisasi yang ada.

"Bagaimana grand design itu bisa muncul, ya harus melibatkan banya pihaklah. Karena ini kawasan publik, publik harus dilibatkan. Karena setelah revitalisasi selesai, publiklah yang akan memberdayakan kawasan ini." katanya.

Pernyataan ini merupakan wujud kekecewaan Forum Begandring Soerabaia pada hasil pengecatan di Jalan Panggung seminggu lalu. Ia berpendapat, pengecatan tersebut tidak sesuai dengan hasil pertemuan mereka dengan pihak Pemkot Surabaya.

"Sampai tahapan teknis sebenarnya kami sudah mengawal, tetapi ada sesuatu yag kami tidak tahu, kenapa kemudian di pelaksanaan berikutnya, seperti yang kita bicarakan sebelumnya tidak dijalankan. Kalau dibilang kecewa, kami sangat kecewa," ujarnya.

Ia berharap, pada proses revitalisasi Kota Tua Surabaya tahap kedua ini, Pemkot Surabaya lebih berhati-hati dalam proses pengecatan dengan melibatkan ahli di bidangnya dan membuat desain warna bangunan yang baik sehingga mampu menghidupkan kembali kota Tua.

Sapto Hari Januardi Perwakilan Laskar Suroboyo yang juga menjadi bagian Forum Begandring Soerabaia menegaskan, pada dasarnya mereka setuju dan mendukung program revitaliasi Kota Tua. Menurutnya, Kota Surabaya memang memiliki modal besar sebagai kawasan Kota Sejarah.

"Kita dorong Pemkot Surabaya, revitalisasi harus dijalankan. Masalahnya adalah, tolong revitalisasi ini yang sesuai. Kalau memang temanya kota tua, bagi kami tidak cocok dengan warna-warni, kembalikan ke warna asal," ujarnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Surabaya sedang melakukan proyek Revitalisasi kawasan bersejarah di Surabaya Utara. rencana ini mencuat ketika Tri Rismaharini Walikota Surabaya pada Oktober 2018 mengatakan ingin membenahi kawasan Surabaya Utara. Rencana ini akhirnya berhasil disepakati pada November 2018 dan direncanakan bisa selesai pada bulan Mei 2019, tepatnya sebelum ulang tahun Kota Surabaya. (bas/tin)
Editor: Restu Indah