SS TODAY

Sejarah Konflik Kebun Binatang Surabaya

Laporan Fatkhurohman Taufik | Minggu, 30 Juni 2013 | 12:59 WIB
suarasurabaya.net - Berlarutnya konflik pengelolaan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebenarnya tak bisa dilepaskan dari sejarah kelam perebutan kepengurusan yang terjadi sejak tahun 1981 silam.

Sejak saat itu, secara bergantian para pengurus di KBS saling jegal dan berusaha mengambil alih pengelolaan.

Dan berikut sejarah singkat konflik internal di tubuh KBS yang didapat suarasurabaya.net :

1981-2001 : KBS dikuasai oleh Ketua Pengurus Pleno bernama H. Moh Said dengan Ketua Pengurus Harian Stany Soebakir.

1997 : Mulai terjadi konflik sehingga Stany Soebakir mengundurkan diri.

2001 : Pada 21 Juli 2001, H. Moh Said mengambil alih dan rangkap jabatan antara Ketua Pengurus Pleno dan Pengurus Harian

2001-2003 : H Kamilo Kalim dan Dr. drh I Komang, mengambil alih kepengurusan dimana Kamilo Kalim lantas menjadi Ketua Pengurus Pleno dan I Komang menjabat Ketua Pengurus Harian. Kedua orang ini lantas berurusan dengan hukum sehingga perselisihan antar pengurus semakin memuncak.

2001 : Moh Said kembali mengambil alih dan menyerahkan aset tanah KBS ke Pemerintah Kota Surabaya yang lantas pada tahun itu juga Pemkot berhasil mensertifikatkan seluruh tanah KBS atas nama Pemkot.

2003-2006 : Stany Soebakir kembali mengambil alih kepengurusan melalui rapat umum anggota luar biasa pada Februari 2003. Saat itu lantas dibentuklah perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya (TFSS) yang diketuai oleh Stany Soebakir.

2006 : Melalui rapat umum anggota, Stany Soebakir resmi menjabat Ketua Perkumpulan TFSS dengan masa jabatan hingga 2011.

2009 : Rapat umum anggota yang digelar pada 25 April 2009 menolak laporan pertanggung jawaban tahunan yang lantas membentuklah komisi verifikasi yang beranggotakan 9 orang.

2009 : Komisi verifikasi pada 18 juli 2009 mengadakan rapat umum anggota luar biasa dan mengambil alih kepengurusan serta menunjuk Prof Dr Basuki Rekso Wibowo sebagai Ketua TFSS.

2010 : Stany Soebakir pada 15 Februari 2010 kembali mengambil alih dan mengangkat Sadewo sebagai Ketua Dewan Pembina serta Soejatmiko sebagai Ketua Pengurus.

2010 : Berlarutnya konflik di internal KBS menjadikan pemerintah pada 22 Februari 2010 mengambil alih dengan membentuk Tim Manajemen Sementara. Penunjukan dilakukan sesuai perintah tugas Dirjen PHKA yang diperkuat dengan SK Dirjen PHKA pada 28 April 2010.

2010 : Pada 20 Agustus 2010, Menteri Kehutanan resmi membentuk Tim Pengelola Sementara tahap pertama dan diketuai oleh Hadi Prasetyo asisten II Sekdaprov Jatim. Saat ini, TPS tahap ke-dua diketuai oleh Tony Sumampouw.

2013 : Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya berkirim surat ke Presiden dengan tembusan Kementerian Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk meminta izin mengelola KBS. Jika izin tak segera turun, Pemkot pada 1 Juli mengancam mengambil paksa lahan KBS. (fik)

Teks Foto : Bayi orang hutan lahir di KBS.
Foto : Dok suarasurabaya.net


LAINNYA