SS TODAY

Panas Menyengat, Siram Teratur untuk Cegah Pohon Mati

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 23 September 2013 | 17:05 WIB
suarasurabaya.net - Masyarakat perlu dilibatkan dan dipahamkan terkait dengan meningkatnya suhu udara panas yang terjadi di Surabaya untuk mengantisipasi agar panas dapat dinetralisir.

Wawan Some aktivis pemerhati lingkungan kepada suarasurabaya.net, menegaskan bahwa menjaga agar aneka tanaman serta pepohonan yang ada di lingkungan sekitar tidak mati menjadi satu diantara upaya mengantisipasi suhu panas udara.

“Aneka tanaman dan pepohonan memang bisa menjadi satu diantara upaya untuk menetralisir atau paling tidak meminimalisir, suhu panas yang terjadi. Cegah agar pepohonan dan tanaman itu tidak mati,” terang Wawan Some.

Hijaunya tanaman serta rerimbunan pepohonan, lanjut Wawan, bisa mengurangi panasnya suhu udara. “Pohon-pohon itu bisa menetralisir panas udara. Oleh karena itu menjaga agar pohon dan tanaman tetap hidup menjadi penting artinya,” kata Wawan.

Upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga agar tanaman dan pepohonan tidak kering dan mati, adalah dengan menyiram air secara teratur atau bahkan lebih banyak.

Tanaman dan pepohonan akan menjadi lebih dapat bertahan di tengah cuaca panas atau suhu udara yang panas ketika memiliki persediaan air yang cukup banyak.

“Dengan menyiram tanaman secara rutin, maka akar tanaman akan menyerap air dan menyimpannya sehingga dapat bertahan pada perubahan suhu panas. Ini penting diketahui masyarakat,” tegas Wawan.

Senada dengan itu, Roni ketua Tunas Hijau Indonesia menyampaikan bahwa kesadaran untuk menjaga keberadaan pepohonan dan kondisi tanaman di sekitar masyarakat, tetap perlu disosialisasikan.

“Pengetahuan tentang pentingnya menjaga keberadaan pepohonan dan tanaman, apalagi di saat musim kemarau dan panas seperti ini, masih tetap perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Karena di masa depan itu sangat dibutuhkan,” tukas Roni saat ditemui suarasurabaya.net, Senin (23/9/2013).(tok/ipg)

Teks foto:
-Penyiraman tanaman dan pepohonan sebagai upaya agar tetap segar.
Foto: Dok. suarausrabaya.net
Editor: Iping Supingah