SS TODAY

Terduga Teroris di Purwakarta akan Menyerang Pos Polisi Malam Tahun Baru

Laporan Farid Kusuma | Senin, 26 Desember 2016 | 15:11 WIB
Brigjen Pol Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri. Foto : Farid Kusuma suarasurabaya.net.
suarasurabaya.net - Brigjen Pol Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri mengatakan, pergerakan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Minggu (25/12/2016) kemarin melakukan penangkapan terhadap empat orang terduga teroris di dekat Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, diduga akan melakukan penyerangan pos polisi di Purwakarta.

Mereka adalah Rijal alias Abu Arham dan Ivan Rahmat Syarif, ditangkap dalam keadaan hidup. Sedangkan Abu Sovi alias Abu Azis dan Abu Fais tewas ditembak, karena melakukan perlawanan saat ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Polair Polda Jawa Barat.

"Empat orang itu sudah melakukan survei ke beberapa tempat untuk menyerang pos polisi sekitar Purwakarta, di malam pergantian tahun 2017. Dan, Pos Polisi Bunder adalah targetnya karena dilihat sepi penjagaan," kata Brigjen Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Senin (26/12/2016), di Mabes Polri, Jakarta.

Menurutnya, keempat terduga teroris yang ditangkap itu merupakan anggota jaringan Jamaah Ashorut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Bahrun Naim, salah satu pimpinan kelompok ISIS.

"Sekarang, dua orang yang ditangkap dalam kondisi hidup menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sedangkan dua orang terduga teroris yang meninggal tertembak, diautopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur," ujar dia.

Sementara dari penangkapan itu, telah menemukan paku berbagai ukuran dalam jumlah yang banyak, timbangan, ponsel beserta puluhan sim card, dan modem, di rumah kontrakan mereka, di Kecamatan Ngamprah dan Kecamatan Padalarang, Jawa Barat. Sekarang temuannya itu dalam proses penyidikan, dan penyelidikan. (rid/ipg)
Editor: Iping Supingah