suarasurabaya.net - Enam jenazah korban dugaan pembunuhan di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur telah tiba di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.

Jenazah yang tiba kali pertama di rumah di Rumah Sakit adalah Almarhum Tasrok (40) sopir pribadi Almarhum Dodi Triono (59) pemilik rumah, yang juga meninggal dalam peristiwa tersebut.

Kedatangan jenazah Tasrok disusul lima jenazah lainnya. Antara lain Dodi Triono (59) pemilik rumah, Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gema Dzaifayia (9), Amel (teman Gema anak korban), Yanto (sopir).

Kombes Pol Argo Yuwono Kabid Humas Polda Metro Jaya saat berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan penyebab korban meninggal secara pasti akan diketahui sesudah pihak Rumah Sakit melakukan autopsi terhadap jenazah.

Sebelumnya, Irjen Mochamad Iriawan Kapolda Metro Jaya menyebutkan, awal kejadian tersebut kemarin, Senin (26/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Pembantu keluarga korban didatangi sekitar 4 orang yang kemudian meminta pembantu tersebut diantarkan ke majikannya.

Karena mendapat ancaman, maka pembantu tersebut mengantarkan kepada majikannya. Sekitar 4 orang bersenjata tajam berupa golok dan juga membawa senjata api itu kemudian masuk rumah.

Iriawan mengatakan, ada dugaan keenam korban tewas tersebut tewas karena kehabisan oksigen mengingat kamar mandi tempat mereka disekap berukuran sangat sempit, berukuran 1,5 sentimeter x 1,5 sentimeter. 11 orang disekap di kamar mandi itu.

Mereka baru ketahuan disekap setelah ada anggota keluarga yang datang pukul 08.00 WIB (27/12/2016), dan mendengar ada teriakan minta tolong di kamar mandi tersebut. "Waktu mendengar ada teriakan minta tolong di kamar mandi, maka didobraklah pintu kamar mandi itu," kata dia.(faz/den/ipg)
Editor: Iping Supingah



SS TODAY

Penyebab Kematian Korban Pembunuhan Sadis Pulomas Tunggu Autopsi

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 27 Desember 2016 | 17:09 WIB
Jenazah korban dugaan pembunuhan di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur tiba di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) sore. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Enam jenazah korban dugaan pembunuhan di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur telah tiba di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.

Jenazah yang tiba kali pertama di rumah di Rumah Sakit adalah Almarhum Tasrok (40) sopir pribadi Almarhum Dodi Triono (59) pemilik rumah, yang juga meninggal dalam peristiwa tersebut.

Kedatangan jenazah Tasrok disusul lima jenazah lainnya. Antara lain Dodi Triono (59) pemilik rumah, Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gema Dzaifayia (9), Amel (teman Gema anak korban), Yanto (sopir).

Kombes Pol Argo Yuwono Kabid Humas Polda Metro Jaya saat berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan penyebab korban meninggal secara pasti akan diketahui sesudah pihak Rumah Sakit melakukan autopsi terhadap jenazah.

Sebelumnya, Irjen Mochamad Iriawan Kapolda Metro Jaya menyebutkan, awal kejadian tersebut kemarin, Senin (26/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Pembantu keluarga korban didatangi sekitar 4 orang yang kemudian meminta pembantu tersebut diantarkan ke majikannya.

Karena mendapat ancaman, maka pembantu tersebut mengantarkan kepada majikannya. Sekitar 4 orang bersenjata tajam berupa golok dan juga membawa senjata api itu kemudian masuk rumah.

Iriawan mengatakan, ada dugaan keenam korban tewas tersebut tewas karena kehabisan oksigen mengingat kamar mandi tempat mereka disekap berukuran sangat sempit, berukuran 1,5 sentimeter x 1,5 sentimeter. 11 orang disekap di kamar mandi itu.

Mereka baru ketahuan disekap setelah ada anggota keluarga yang datang pukul 08.00 WIB (27/12/2016), dan mendengar ada teriakan minta tolong di kamar mandi tersebut. "Waktu mendengar ada teriakan minta tolong di kamar mandi, maka didobraklah pintu kamar mandi itu," kata dia.(faz/den/ipg)
Editor: Iping Supingah