SS TODAY

Bupati Gresik: Pipa di Jalan Betoyo Karena Warga Jengkel

Laporan Denza Perdana | Selasa, 03 Januari 2017 | 13:51 WIB
Pipa yang diletakkan warga di median Jalan Betoyo, Selasa (3/1/2016). Foto: Amanah Stacomp via e100
suarasurabaya.net - Sambari Halim Bupati Gresik mengatakan, pipa gas yang diletakkan di tengah Jalan nasional di wilayah Desa Betoyo, Manyar, Gresik, sejak Minggu (1/1/2016) malam kemarin adalah bentuk protes dan kejengkelan masyarakat karena belum adanya tindak lanjut jalan rusak dari pemerintah.

"Masalah pipa itu masalah kejengkelan masyarakat karena belum ada tindak lanjut. Padahal, perwakilan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) memimpin sendiri, saya ada waktu penandatanganan itu, mereka sanggup tambal sulam, sambil menunggu perbaikan februari 2017," ujarnya.

Sambari juga mengakui, untuk kerusakan Jalan di Betoyo, Pemkab Gresik tidak bisa menyumbang tindakan secara langsung. Tapi dia memastikan, di tempat lain, dia sudah melakukan urun tindakan itu. "Tetap urun, saya sudah koordinasikan dengan Dinas PU agar turun ke Sukomulyo, Manyar untuk memperbaiki sebagian jalan," ujarnya.

Di Sukomulyo, Pemkab Gresik melakukan tambal sulam dengan Anggaran APBD. Padahal, menurut Sambari, Pemkab Gresik tidak bisa menganggarkan pembangunan untuk sesuatu yang bukan kewenangannya. "Tapi kami siapkan anggaran untuk pembangunan yang bersifat di luar kewenangan pemkab. Ya, ini sekadar urun untuk perbaikan, karena kondisinya memang parah," katanya.

Sambari beralasan, Pemkab Gresik terbatas aturan. Sebab Jalan di wilayah Desa Betoyo, bahkan Jalan Pantai Utara (Pantura) yang berada di Kecamatan Sembayat-Manyar itu merupakan jalan nasional. Pemkab Gresik tidak punya kewenangan memperbaiki, hanya bisa berusaha semaksimal mungkin mengusulkan ke Pemerintah Pusat melalui BBPJN.

"Kami sudah memohon agar Pantura mendapat perhatian dari pemerintah pusat," katanya.

Sementara, untuk kondisi darurat di Jalan nasional yang ada di wilayah Betoyo, Sambari membenarkan bahwa di kawasan itu belum ada saluran air atau irigasi. "Saya pastikan tidak ada," katanya. Dengan demikian, meski sudah berapa kali di tambal sulam, genangan air akan tetap meluber ke jalan dan menjadikan jalan kembali rusak.

"Saya bersama masyarakat gresik, sabar saja dan InsyaAllah tetap berusaha. BBPJN sudah sanggup melakukan perbaikan dan tambal sulam, kami akan selalu menagih," katanya.(den/rst)
Editor: Restu Indah