SS TODAY

Pakde Karwo: Jalan Bolong Pemprov akan Lakukan Diskresi Kebijakan

Laporan Restu Indah | Jumat, 06 Januari 2017 | 07:20 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur didampingi Gatot Sulistyo Hadi Kadinas PU Bina Marga Jawa Timur di Studio Suara Surabaya. Jumat (6/1/2017). Foto : Iping suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sejauh ini sepanjang 75 KM jalan nasional mengalami kerusakan di berbagai tempat di wilayah Jawa Timur. Data tersebut disampaikan Soekarwo (Pakde Karwo) Gubernur Jawa Timur, dalam talkshow Warung Pakde di Radio Suara Surabaya, Jumat (6/1/2017).

"75 KM ini tersebar disejumlah tempat, tidak hanya di Betoyo saja tapi di Probolinggo dan Situbondo banyak sekali jalan negara dalam kondisi rusak," terang Pakde.

Kondisi kewenangan dan kewilayahan menjadi problem dalam administrasi anggaran. Karena tingkat urgency yang tinggi, Gubernur Jawa Timur memandang perlunya diskresi policy, begitu dia menyebutkan.

"Ini kami namakan diskresi policy, kebijakan khusus yang harus kami ambil untuk kepentingan masyarakat. Kami menghindari duplikasi anggaran, sehingga kita juga hati-hati. Dalam diskresi policy propinsi akan melakukan penanganan jalan rusak dengan cara menutup bukan memperbaiki," jelasnya.

Pakde Karwo menambahkan, menutup lubang bukan memperbaiki sehingga tidak harus dengan tender. Tentunya kualitas tambal sulam ini sangat berbeda dengan kualitas perbaikan jalan yang biasanya disertai dengan peningkatan kualitas perbaikan jalan.

"Kami belajar dari kasus Kalianak, kerusakan jalan yang kami tangani juga dipertanyakan. Sehingga saya membuat surat bahwa perbaikan yang dilakukan propinsi hanya sementara untuk memperlancar arus lalu lintas, jadi tidak ada duplikasi anggaran baik secara nasional maupun propinsi, diskresi policy ini sudah ada dalam UU no 23/18," tambahnya.

Sementara itu, Gatot Sulistyo Hadi Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Jawa Timur yang mendampingi Gubernur Jatim menerangkan untuk jalan Betoyo saat ini sudah dalam tahap pengurukan.

"Kami akan cek kepadatannya, sifatnya memang sementara sambil menunggu anggaran dari pusat yang kami harapkan segera cair. Jalan Betoyo yang rusak sepanjang 5 KM akan kami tutup sementara," kata Gatot. (rst)