SS TODAY

PBNU: Tragedi Kemanusiaan di Rohingya Jangan Dijadikan Isu Agama

Laporan Jose Asmanu | Selasa, 05 September 2017 | 13:59 WIB
Ilustrasi. KH Said Aqil Siroj Ketum PBNU
suarasurabaya.net - KH Said Aqil Siroj Ketum PBNU menegaskan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine Myanmar merupakan tragedi kemanusian bukan konflik agama.

Karena yang menjadi korban kekerasan di Rakhine Myanmar juga ada yang beragama Budha. Tapi Said mengakui korban terbesar dialami muslim Rohingnya sebagai penduduk mayoritas.

Said tidak melarang warga NU ikut unjuk rasa damai untuk menentang kekerasan terhadap etnis Rohingnya yang melibatkan militer Myanmar sejauh unjuk rasa itu dilakukan secara proporsonal, tidak anarkis.

Menurut Said, belakangan beredar pesan berantai menggalang demonstrasi untuk mengepung Candi Borobudur sebagai protes atas kekejaman di Rohingya. Alasannya kurang lebih Candi Borobudur sebagai ikon terbesar umat Budha sehingga pesan perlawanannya bisa didengar semua warga dunia.

Mereka ingin menggalang solidaritas dengan membangun korelasi yang keliru.

Akan lebih bermakna kalau setiap aksi damai itu disertai dengan penggalangan dana untuk disumbangkan kepada masyarakat Rohingya.

"Karena menghadapi tragedi kemanusiaan di Rohingya harus disertai tindakan nyata. Kalau sekadar prihatin, mengecam dan menyesalkan sudah terlalu banyak," kata Said di kantor PBNU, Selasa (5/9/2017).

PBNU mengapresiasi langkah diplomasi pemerintah Indonesia untuk menekan Myanmar supaya menghentikan kekerasan dan pembersihan etnis muslim Rohingya di Myanmar. (jos/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA