SS TODAY

Tiga Orang Warga Tambak Rejo Masih Dirawat di Rumah Sakit

Laporan Denza Perdana | Kamis, 23 November 2017 | 13:07 WIB
Kondisi di Desa Tambak Rejo, Sidoarjo setelah terdampak angin puting beliung. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Angin puting beliung yang menerjang tiga desa di Kecamatan Waru Sidoarjo, Rabu (22/11/2017) kemarin merusak ratusan rumah warga.

Selain ratusan bangunan rumah warga terdampak ada sebanyak 35 orang warga yang terluka. Sebagian besar di antara mereka mengalami luka ringan tapi ada sebagian dari mereka harus menjalani perawatan di beberapa Rumah Sakit.

Karsono Kabid Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Sidoarjo mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pemkot Sidoarjo, dari 35 orang yang terluka masih ada tiga orang yang dirawat di Rumah Sakit. Kebanyakan korban luka ada yang mengalami patah tulang dan luka robek.

"Dari tiga korban luka, satu orang sudah pulang dan dua lainnya masih dirawat di RSI," katanya.

Karsono menjelaskan, 35 korban luka diantaranya 24 korban dari warga Tambak Rejo dan 11 korban dari warga Tambak Sawah.

"Untuk korban yang sudah pulang masih tetap dipantau tim medis dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan," ujarnya.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, DKP Sidoarjo, TNI dan Polisi juga para relawan masih membersihkan puing-puing rumah yang terdampak di Desa Tambak Rejo.

Angin puting beliung dengan kecepatan 35-40 knot/ atau 70-80 kilometer per jam bertiup dengan daya rusak yang sangat dahsyat.

Hanya dalam waktu lima menit, antara pukul 15.00-15.30 WIB ratusan rumah mengalami kerusakan baik dalam kategori ringan, sedang maupun berat.

Data terbaru dari BPBD yang mengumpulkan laporan dari Kepala Desa ada tambahan bangunan terdampak di tiga desa ini.

Di Desa Tambak Rejo yang dari sebelumnya 526 bangunan terdampak menjadi 576 bangunan rumah warga. Di Desa Tambak Sumur dari sebelumnya terdata 66 bangunan terdampak, data terbaru ada sebanyak 74 bangunan. Sedangkan di desa Tambak Sawah dari enam bangunan terdampak ternyata sekarang ada sebanyak 35 bangunan rumah warga terdampak. (den/dwi)
Editor: Iping Supingah