SS TODAY

Puluhan Rumah di Pacitan Masih Terisolir, Warga Nekat Melintas Jembatan Terputus

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 08 Desember 2017 | 11:09 WIB
Seorang kakek sedang menyebrangi jembatan penghubung antar dusun terputus akibat diterjang banjir bandang Pacitan. Foto: Fuad reporter Maja FM via redaksi
suarasurabaya.net - Puluhan rumah warga tepatnya di Dusun Banyu Anget, Desa Kedung Bendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan masih terisolir dan hingga saat ini masih belum bisa dihuni oleh pemilik rumah.

"Rumah warga masih terancam longsor dan jembatan penghubung antar dusun terputus akibat diterjang banjir bandang Selasa lalu," kata Sarmen satu diantara warga Dusun Banyu Anget saat di datangi team Maja FM usai mengantar bantuan ke Posko peduli bencana bersama wartawan Mojokerto pada Kamis (7/12/2017) sore.

Sarmen mengatakan setelah jembatan tersebut putus, warga nekat melintas jembatan dengan cara bergelantungan di tali sling jembatan yang masih tersambung dan itu pun bagi warga yang berani. Sedangkan bagi warga yang tidak berani harus lewat bawah dengan menyebrangi derasnya arus sungai.

Kata Sarmen, ada 18 rumah warga yang tidak bisa dihuni oleh para pemilik rumah akibat tanah yang berada di dusunya retak terancam longsor. Ditambah jembatan penghubung antar dusun yang sudah dibangun lima tahun kemarin terputus akibat diterjang banjir hingga warga diungsikan sementara di masjid sekitar yang dijadikan posko penampungan korban bencana alam.

Sarmen menceritakan kejadian putusnya jembatan terjadi pada Selasa (28/11/17) sekitar pukul 17.00 WIB akibat tidak kuat menahan derasnya air sungai bercampur lumpur sejak pagi.

Warga akan tetap bertahan di pengungsian sampai keberadaan rumah mereka aman. Selain bantuan berbentuk logistik dan kebutuhan pendidikan mulai dari seragam buku dan lainya, warga berharap agar pemerintah segera memperbaiki satu-satunya jembatan penghubung. (fad/dwi/rst)

Teks Foto:
- Seorang kakek sedang menyebrangi jembatan penghubung antar dusun terputus akibat diterjang banjir bandang Pacitan.
Foto: Fuad reporter Maja FM via redaksi
Editor: Restu Indah