SS TODAY

Jelang Konvoi, Cukup Banyak Pengendara yang Melanggar Aturan Lalu Lintas

Laporan Denza Perdana | Rabu, 29 November 2017 | 12:27 WIB
Pelanggar di depan kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (29/11/2017). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Suporter Persebaya di Aloha menunggu Konvoi Tim Persebaya dengan tertib, tidak menggunakan badan jalan.

Namun di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur tidak demikian.

Berdasarkan pantauan, cukup banyak kendaraan roda dua yang diparkir di jalur sepeda. Padahal sudah ada rambu larangan berhenti atau stop di lokasi tersebut.

Sebagian dari pemilik kendaraan ini sepertinya sedang menunggu untuk turut dalam konvoi. Sebagian lainnya mungkin mau mengabadikan momen konvoi penyambutan Persebaya ini dari atas jembatan penyeberangan orang.

Terpantau dari atas jembatan sebelum konvoi dengan 12 Jeep melintas di jalan ini, beberapa suporter pengendara sepeda motor tampak menyeberang ke u-turn atau putar balikan sebelum Taman Pelangi.

Padahal pengendara ini dari Jalur Frontage Road Barat. Mereka juga terpantau sebagian tidak menggunakan helm.

Ada garis marka penuh yang berarti tidak boleh memotong ke lajur utama Jalan Ahmad Yani yang dilanggar oleh para pengendara ini.

Tidak hanya suporter beberapa pengendara roda dua juga roda empat lainnya terpantau melakukan pelanggaran yang sama.

Saya juga memantau sebuah mobil berplat merah W 423 NP yang melaju di Jalur FR Barat juga memotong lajur yang sama untuk putar balik ke arah Bundaran Waru.

Selain melanggar tentu saja tindakan ini juga membahayakan diri sendiri juga pengendara lainnya.

Tidak tampak keberadaan polisi lalu lintas di lokasi ini sehingga perilaku ini tidak mendapatkan tindakan tegas.

Sementara sebagian dari suporter Persebaya sudah melintas di Jalan Ahmad Yani. Hanya saja 12 Jeep yang akan mengawal konvoi Tim Kesebelasan Persebaya dari Aloha belum tampak.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah