SS TODAY

Catat, Ini 10 Event Wisata Pilihan di Jawa Timur 2018

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 30 Desember 2017 | 16:28 WIB
Gandrung Sewu. Foto: Kementerian Pariwisata
suarasurabaya.net - Kementerian Pariwisata memperkirakan ada tiga ribu event di Indonesia yang diselenggarakan berbagai pihak pada tahun 2018.

Arief Yahya Menteri Pariwisata Republik Indonesia menyebut keragaman acara yang tersebar di seluruh kepulauan dan diselenggarakan sepanjang tahun tersebut sebagai Archipelago of Events.

Tim kurator Kementerian Pariwisata telah menyeleksi dan menentukan 100 Wonder Event serta 10 Top Event sebagai event pilihan tahun ini.

Wisatawan dapat menggunakan sebagai rujukan. Sementara para pemangku kepentingan dapat menggunakan sebagai panduan untuk menyusun program.

Berikut 10 event di Jawa Timur yang dapat Kawan kunjungi pada tahun 2018, sesuai kalender wisata "100 Wonderful Event Indonesia 2018" yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (30/12/2017):

Yadnya Kasadha dan Bromo Exotica

Waktu: 29 - 30 Juni 2018
Tempat: Bromo, Jawa Timur

Yadnya Kasada dan Bromo Exotica merupakan upacara Suku Tengger setiap bulan kesepuluh kalender adat. Diselenggarakan di lereng dan kawah Gunung Bromo sebagai ungkapan rasa syukur dan perayaan awal waktu.

Upacara adat yang berlangsung ratusan tahun ini, kini diperkaya dengan respon kolaboratif dari seniman yang berasal dari berbagai kota. Menafsirkan kembali kisah asal usul penduduk Tengger, pertunjukan kolosal di gelar pada lautan pasir dalam kemasan kontemporer: Exotica Bromo.

Jember Fashion Carnaval

Waktu: 7 - 12 Agustus 2018
Tempat: Jember

Jember Fashion Carnaval (JFC) merupakan jawaban terhadap festival dunia, baik Rio Carnaval, Noting Hill dan Venesia. Fashion extravagansa yang ditampilkannya sepanjang lebih dari tiga kilometer, menyebabkan kota tenang Jember di Jawa Timur, masuk dalam peta kota karnaval dunia.

Acara berlangsung selama empat hari dengan kategori anak, beragam adat, pameran, dan konvensi fashion. JFC dirintis oleh Dynand Fariz, seorang seniman dan pendidik yang menginspirasi munculnya gelombang karnaval di berbagai kota di Indonesia.

Malang Flower Carnival

Waktu: 9 September 2018
Tempat: Malang

Kegiatan ini merupakan event tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang. Penyelenggaraan pada tahun 2018 merupakan yang ke-10.

Peserta carnaval terbagi menjadi dua kategori, yaitu kategori anak dan dewasa. Peserta mengenakan busana berdimensi besar dan berlenggang di ruas Jalan Ijen yang befungsi sebagai catwalk. Karakter busana peserta 75 persen harus berornamen bunga dan terbuat dari bahan daur ulang, sebagai kontribusi dalam pelestarian lingkungan.

Internasional Tour de Banyuwangi Ijen

Waktu: 23 - 26 September 2018
Tempat: Banyuwangi

Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) pada tahun 2018 berlangsung selama tiga hari, dari etape pertama sampai etape keempat. Total rute ITdBI sejauh 555 kilometer. Rute ini ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi dan berpacu mendaki Gunung Ijen, yang terkenal di dunia dengan fenomena api birunya.

ITdBI diselenggarakan tiap tahun sejak 2012. Tahun ini, ITdBI diikuti para pembalap dari puluhan negara asing antara lain : Perancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Tiongkok, Thailand, Selandia Baru, Rusia, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

Festival Kota Tua Malang

Waktu: 27 - 29 September 2018
Tempat: Lawang, Malang

Wisatawan akan diajak menikmati keseruan dengan beragam acara yang digelar di Kota Tua. Berbagai atraksi seni budaya, musik, pameran industri kreatif, festival kopi, atraksi menarik, aneka macam kuliner, pameran foto Kota Tua Tempo Doeloe, dan Parade Lintas Ethnic, diapastikan siap menyambut setiap tamu yang datang.

Pasar seni Lukis Indonesia (Indonesia Art Mart)

Waktu: 12 - 21 Oktober 2018
Tempat: Surabaya

Indonesian Art Mart atau PSLI dikenal sebagai ajang pertemuan para pelukis realis terbesar dan berlangsung secara berkelanjutan lebih dari satu dekade. Diikuti tak kurang dari dua ratus pelukis yang memamerkan karya mutakhirnya, forum ini juga menjadi ajang kompetisi untuk melukis destinasi terbaik pariwisata Indonesia melalui penghargaan Pesona Award.

Sepanjang sepuluh hari pameran, dipentaskan pula teater, musik dan tari kontemporer. Menyambut penyelenggaraan Asian Games 18, tahun ini disemarakan oleh kehadiran pelukis dari berbagai negara Asia.

Festival Keraton Nusantara

Waktu: 13 - 18 Oktober 2018
Tempat: Sumenep

Festival Keraton Nusantara berawal dari Festival Keraton se-Jawa yang diadakan di Solo pada tahun 1992. Kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi Festival Keraton Nusantara (FKN). FKN pertama kali diselenggarakan pada tahun 1995 di Yogyakarta. Setiap tahunnya, Festival Keraton Nusantara (FKN) digelar di tempat yang berbeda. Festival tersebut akan mempertemukan sedikitnya 43 raja/sultan dan perwakilan kerajaan/kesultanan dari berbagai wilayah di Indonesia, masalah keberagaman atau kebhinekaan menjadi bahasan utama.

Keraton sebagai sumber kebudayaan telah melahirkan karya-karya seni yang luhur sebagai pencerminan identitas budaya bangsa dan merupakan aset nasional yang cukup potensial di bidang kepariwisataan serta sebagai media pelestarian budaya dan promosi kepariwisataan Indonesia.

Gandrung Sewu

Waktu: 20 Oktober 2018
Tempat: Banyuwangi

Gandrung Sewu adalah event tari kolosal yang melibatkan ratusan bagahkan ribuan penari Gandrung. Event ini merupakan salah satu andalan kota pesisir pantai Jawa Timur, Banyuwangi. Festival ini semakin mempopulerkan tarian Gandrung Banyuwangi ke seluruh penjuru dunia.

Gandrung Sewu di Banyuwangi bukan cuma sebagai seni pertunjukan, pada masa pemerintahan kolonial seni tari ini sekaligus perangkap untuk menjerat tentara Belanda. Kembang Pepe mengisahkan para penari Gandrung memberikan minuman keras kepada para tentara Belanda, setelah mabuk kemudian tentara Belanda di eksekusi di hutan atau laut.

Gending "Kembang Pepe" sendiri adalah salah satu gending yang wajib dinyanyikan pada kesenian Gandrung di segmen ketiga yaitu Seblang-Seblang. Selain "Kembang Pepe" ada empat gending lainnya yang wajib dinyanyikan pada segmen ketiga yaitu Seblang Lukento, Sekar Jenang, Sondrengsondreng dan Kembang Dirmo.

Kemilau Madura

Waktu: 28 - 29 Oktober 2018
Tempat: Pamekasan, Madura

Merupakan himpunan event dari berbagai kota di Pulau Madura, yang berakar dari tradisi Karapan Sapi. Dipusatkan di Pamekasan dan Sumenep, berbagai pertunjukan budaya digelar. Mulai dari Karapan Sapi klasik memperebutkan Piala Presiden, Lomba Sapi Sonok, Karnaval Daul, Batik on Street hingga pesta seni tradisi.

Banyuwangi Ethno Carnival

Waktu: 10 November 2018
Tempat: Banyuwangi

Karnaval etnik meriah yang digelar di Sunrise of Java, menyajikan keanggunan busana etnik nusantara. Peserta, penonton dan penyelenggara yang bergairah merupakan daya tarik karnaval ini.

Keragaman etnik yang menyusun masyarakat, terpantul pada festival rakyat ini. Jawa, Madura, Padalungan, Bali dan Osing bercampur menyusun ekspresi seni yang unik. Dengan alunan suara dan gerak Gandrung Sewu, yang menjadi ikon Banyuwangi, karnaval mengalir di sepanjang jalan. Pada karnaval ini, orang datang untuk melihat dan dilihat.(iss/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



LAINNYA