SS TODAY

Inilah 10 Event Nasional Pilihan Kementerian Pariwisata

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 30 Desember 2017 | 19:00 WIB
Pesta Kesenian Bali. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kawan, apakah Anda sudah merencanakan destinasi wisata untuk tahun 2018?

Memasuki penghujung tahun 2017, Kementerian Pariwisata merilis kalender wisata bertajuk "100 Wonderful Event Indonesia 2018".

Arief Yahya Menteri Pariwisata Republik Indonesia mengatakan bahwa kalender event ini merupakan undangan terbuka untuk Visit Wonderfull Indonesia 2018.

Wisatawan dapat menggunakan sebagai rujukan. Sementara para pemangku kepentingan dapat menggunakan sebagai panduan untuk menyusun program.

Berikut 10 event nasional pilihan Tim Kurator Kementerian Pariwisata:

Java Jazz

Waktu: 2-4 Maret 2018
Tempat: Jakarta International Expo Kemayoran

Java Jaz merupakan festival musik Jaz terbesar dan paling memukau di Selatan Hemisfer. Dihadiri oleh berbagai genre musik berbalut Jaz, festival senantiasa menampilkan para lagenda, pemula hingga bintang yang sedang bersinar. Diselenggarakan secara rutin pada minggu pertama Maret, festival ini menjadi perayaan kesegaran musik para pencintanya, yang melewati berbagai generasi.

Pesta Kesenian Bali

Waktu: 16 Juni - 14 Juli 2018
Tempat: Bali

Pesta Kesenian Bali dianggap sebagai festival seni terlama, terpanjang dan paling meriah dalam tradisi festival di Indonesia. Berlangsung selama sebulan penuh, melibatkan ribuan seniman dari seluruh penjuru Bali. Berjenjang melalui kompetisi tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga propinsi. Terkenal dengan karnaval pembukaan yang megah, dan selama empat puluh tahun selalu dihadiri oleh Presiden RI, pesta ini mewakili puncak kerja seni sepanjang tahun.

Jember Fashion Carnaval



Waktu: 7 - 12 Agustus 2018
Tempat: Jember

Jember Fashion Carnaval (JFC) merupakan jawaban benua kepulauan terhadap festival dunia, baik Rio Carnaval, Noting Hill dan Venesia. Fashion Extravagansa yang ditampilkannya sepanjang lebih dari tiga kilometer, menyebabkan kota tenang Jember di Jawa Timur, masuk dalam peta kota karnaval dunia. Acara berlangsung empat hari dengan kategori anak, beragam adat, pameran dan konvensi fashion. Dirintis oleh Dynand Fariz, seorang seniman dan pendidik yang menginspirasi munculnya gelombang karnaval di berbagai kota di Indonesia.


Iron Man 70.3 Bintan

Waktu: 19 Agustus 2018
Tempat: Bintan

Perayaan pemuliaan tubuh dan batas daya tahan manusia, diselenggarakan dengan meriah di Bintan Ironman 70,3. Berlari, berenang dan bersepeda sambil menjelajah keindahan alam Bintan. Para atlit dimanjakan oleh teriakan dan sambutan masyarakat yang juga dengan gembira mengikutinya. Ironman Bintan ini masuk dalam kualifikasi dunia, yang diikuti secara reguler oleh atlit dunia.

Festival Payung Indonesia



Waktu: 20 Agustus - 8 September 2018
Tempat: Jawa Tengah

Tradisi payung Indonesia dieksplorasi hingga batas batas terjauhnya pada festival rakyat termeriah ini. Memampilkan para maestro pengrajin dari desa payung Indonesia, pameran lukisan payung, rajut payung kreatif, fashion wastra nusantara hingga bazar seni payung. Karya instalasi dan arsitektur bercitra payung, menghiasi arena festival dan memindahkannya kehebohan di instagram dan sosial media. Dipamerkan secara reguler delegasi tradisi payung dari beberapa negara Asia : Thailand, Jepang, Brunei, Malaysia dan Cina. Di bawah tema Sepayung Indonesia, pertunjukan ikonik dari para maestro tari ditampilkan bersamaan dengan karya kontemporer seniman muda.

Sanur Village Festival



Waktu: 24-28 Agustus 2018
Tempat: Sanur, Bali

Sanur Village Festival mem-branding "village" menjadi acuan dari kegiatan. Ini yang menjadi daya tarik bahwa Sanur Village Festival memiliki nilai lebih untuk dikunjungi sebagai festival yang berbeda dengan daerah lainnya. Citra festival desa yang berselera dunia perlahan-lahan menjadi pengakuan kehadiran Sanur Village Festival. Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya, pada kesempatan pembukaan Sanur Village Festival ke-11 tahun lalu mengatakan "Sanur adalah benchmark pariwisata berbasis masyarakat terbaik di Indonesia". Sanur Village Festival terus tumbuh dan berkembang dengan meletakkan pondasi kuat "the new spirit of heritage" sebagai jati dirinya, kiprah dan kehadirannya selalu dinantikan dan menjadi agenda pariwisata Desa Sanur, Kota Denpasar maupun Bali secara luas


Karnaval Kemerdekaan

Waktu: 25 Agustus 2018
Tempat: Indonesia

Karnaval Kemerdekaan adalah parade budaya tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di kota dan atau destinasi terpilih di Indonesia. Pontianak
(2015), Danau Toba (2016) dan Bandung (2017). Selama sepuluh tahun pertama sejak 2005 diselenggarakan secara tetap di depan istana negara, Jakarta. Memamerkan kekayaan budaya visual dan busana Nusantara yang megah dan semarak, selalu dirangkaikan dengan perayaan Kemerdekaan Indonesia.

Grand Karnaval Indonesia

Waktu: 27 Agustus 2018
Tempat: Jakarta

Karnaval puncak yang menghimpun berbagai ragam karnaval di Indonesia, yang di koordinasi oleh JFC. Diselenggarakan setiap tiga tahun sekali dengan tempat yang berpindah pindah dengan tematik pilihan. Untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta berkenaan dengan penyelenggaraan ASIAN Games 18 pada Agustus 2018.

Banyuwangi Ethno Carnival

Waktu: 10 November 2018
Tempat: Banyuwangi

Karnaval etnik meriah yang digelar di Sunrise of Java, menyajikan keanggunan busana etnik nusantara. Peserta, penonton dan penyelenggara yang bergairah merupakan daya tarik karnaval ini. Keragaman etnik yang menyusun masyarakat, terpantul pada festival rakyat ini. Jawa, Madura, Padalungan, Bali dan Osing ; bercampur menyusun ekspresi seni yang unik. Dengan alunan suara dan gerak Gandrung Sewu, yang menjadi ikon Banyuwangi, karnaval mengalir di sepanjang jalan. Pada karnaval ini, orang datang untuk melihat dan dilihat.


Borobudur Marathon



Waktu: 18 November 2018
Tempat: Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang

Maraton dengan pengelolaan raga dan rasa dalam saat yang sama, merupakan keunikan dari Borobudur Maraton. Berlari melewati desa tradisi dan hutan lokal, sambil mengelilingi Borobudur, menjadi memori tak terlupakan. Jalur tidak linear tetapi sirkular, bukan sebagai pelari yang menguji badan, tetapi sebagai peziarah yang mengembangkan jiwa. Borobudur adalah maraton yang menghormati raga dan memuliakan rasa.(iss/

Editor: Zumrotul Abidin



LAINNYA