SS TODAY

Badan Penghubung Pemprov Jatim, Siap Jadi Corong Kesenian dan UKM

Laporan Jose Asmanu | Senin, 01 Januari 2018 | 15:23 WIB
Dwi Suyanto Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur (Baju Batik Warna Ungu). Foto: Jose/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur di Jakarta, di tahun 2018 akan memaksimalkan program peningkatan pagelaran kesenian dan memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui promosi dan pameran sesuai arahan Gubernur Jawa Timur.

Dari hasil evaluasi pagelaran kesenian daerah di Anjungan Provinsi Jatim Taman Mini Indonesia Indah Jakarta 2017, menunjukkan apresiasi masyarakat yang cukup besar.

Hal ini dijelaskan Dwi Suyanto, Kepala Badan Penghubung Pemprov Jatim di Jakarta, Senin (1/1/2018).

Dalam mempromosikan kesenian tradisional badan penghubung selalu melibatkan Paguyuban Warga Jakarta Asal Jatim (PAWARTA).

Sebagai contoh waktu Anjungan Jatim menampilkan kesenian tradisional Reog Ponorogo, Jatilan Tulungagung, Gandrung Banyuwangi, dan Tayub kesenian khas kabupaten Tuban, animo masyarakat cukup besar.

"Selain menonton, wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke anjungan tergerak ikut berjoget dengan suka-suka," kata Dwi.

Setiap pagelaran kesenian daerah, pengelola anjungan selalu mengundang beberapa perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta, dan terbukti banyak yang hadir.

Menurut Dwi Suyanto, di setiap pagelaran kesenian di Anjugan Jatim, selalu dikuti dengan promosi dan pameran unggulan Usaha Kecil Menengah (UKM) daerah yang ada di Jatim.

"Kalau yang ditampilkan kesenian dari Tulungagung. Produk unggulan yang dipamerkan marmer dan natik. Kalau yang tampil kesenian dari Madura, yang dicari pasti batik madura," kata dia.

Batik Madura selalu dicari, karena harganya terjangkau dan motifnya mencolok, sehingga tidak mudah pudar.

Saat ini, kata Dwi, batik sedang laku keras di pasar. Banyak daerah yang berlomba-lomba menampilkan batik kreasi baru, supaya tidak ketinggalan dengan batik daerah lain.

"Di era persaingan bebas, kalau tidak bisa menjaga mutu dan kurang kreatif, pasti tergilias produk lain yang konsisten menjaga mutu dan berani melakukan improvisasi," kata dia. (jos/ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA