SS TODAY

DPD PDIP Jatim: Tidak Ada Surat Pengunduran Diri dari Anas

Laporan Denza Perdana | Jumat, 05 Januari 2018 | 18:55 WIB
Kusnadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim di kantornya, Jumat (5/1/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kusnadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan, PDI Perjuangan tetap pada keputusannya untuk mengusung pasangan calon Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas.

"Mas Anas itu ikut proses pendaftaran calon ke PDIP. Lalu partai memutuskan, beliau yang diberi kepercayaan. Kalau mundur mestinya menyampaikan ke partai. Sampai sekarang tidak ada surat resmi yang kami terima," katanya ditemui di kantornya, Jumat (5/1/2018).

Berkaitan dengan pernyataan Gus Ipul (Saifullah Yusuf) bahwa Anas telah menghubungi dirinya dan menyampaikan pernyataan mundur, Kusnadi mengatakan, ada kemungkinkan Gus Ipul salah paham.

"Gus Ipul itu manusia luar biasa. Dalam sehari itu bisa sampai 9 sampai 11 kegiatan yang dilakukan, berangkat pagi pulang subuh, seperti itu. Mungkin saat itu capek, ada sedikit salah paham," ujarnya.

Pernyataan Kusnadi ini meneruskan apa yang disampaikan oleh Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan dalam sebuah press conference di Jakarta hari ini.

Dia kembali menegaskan, keputusan partai tetap sama dengan sebelumnya, mengusung Gus Ipul-Mas Anas di Pilgub Jatim 2018. Bahkan, kata dia, segala persiapan soal pendaftaran pasangan calon ini sudah dimatangkan.

"Ya, kalau soal tanggal kami serahkan ke calon. Antara tanggal 9 sampai tanggal 10 ini. Tapi kami sudah sepakati, Mas Anas nanti saat pendaftaran berangkat jalan kaki bersama kader dari sini (Kantor PDI Perjuangan)," ujarnya.

Berkaitan isu foto-foto mirip Anas bersama perempuan yang beredar melalui pesan WhatsApp, Kusnadi mengatakan, dirinya dan partai tidak punya pengalaman mengenai hal itu.

"Bisa saja cropping dan lainnya, ini kan kita berada di era kecanggihan teknologi. Terus, orang itu kalau bersalah biasanya cari-cari alasan untuk membantah, nah orang tidak bersalah kebalikannya: diarani opo ae, sak karepmu! (dibilang apa saja terserah!) Logikanya kan begitu," katanya.

Kusnadi mengaku bertemu dengan Anas sebelum acara penyerahan rekomendasi kepala daerah untuk lima provinsi di Jakarta, Rabu (3/1/2017) malam lalu.

"Saya ketemu Mas Anas, sama istrinya. Orangnya biasa aja, tenang-tenang gitu, gandengan tangan sama istrinya. Masa saya harus tanya-tanya macem-macem?" Katanya.

Sebelumnya diberitakan, Gus Ipul mengatakan kepada wartawan dalam sebuah kesempatan di Surabaya, Kamis (4/1/2018) malam, dia terkejut dengan niat Anas mundur dari Pilgub Jatim 2018.

Kabar itu dia terima dari Anas sendiri melalui pesan WhatsApp. Anas saat itu mengatakan, akan menemui Gus Ipul untuk menjelaskan beberapa isu dan alasan pengunduran dirinya.

Sementara, Abdullah Azwar Anas hari ini menyatakan dalam keterangan pers tertulis, bahwa ada upaya pembunuhan karakter dirinya berkaitan pencalonannya sebagai bakal calon wakil gubernur di Jatim.

Dia mengaku kerap mendapatkan perlakuan serupa sejak kali kedua menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, terutama berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dia ambil.

Namun, dalam keterangan itu Anas sama sekali tidak menjelaskan berkaitan niatnya mengundurkan diri sebagai bakal calon pendamping Gus Ipul.

Pada kesempatan yang berbeda, hari ini, Anas juga menyatakan, dirinya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada partai yang akan mengusung dirinya bersama Gus Ipul.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah