SS TODAY

PDIP Belum Putuskan Mengganti Azwar Anas

Laporan Denza Perdana | Minggu, 07 Januari 2018 | 20:11 WIB
Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan. Foto: Dok/Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum mengambil keputusan mengganti Abdullah Azwar Anas sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Syaifullah Yusuf sebagai bakal calon gubernur dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

"Untuk Pilkada Jawa Timur, PDI Perjuangan masih akan melihat suasana kebatinan dari Bapak Azwar Anas," kata Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, lansir Antara, Minggu (7/1/2018).

Hasto mengatakan, PDI Perjuangan tidak mau tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan karena masih ada waktu selama tiga hari hingga Rabu (10/1/2018) sebagai batas akhir pendaftaran calon peserta di KPU Provinsi Jatim.

Dia menilai, Rakyat Banyuwangi masih terus berbondong-bondong memberikan dukungan kepada Azwar Anas bupatinya, agar melanjutkan kepemimpinan ke bursa Pilgub Jatim 2018.

"Dalam politik nasional, kami tahu iramanya karena PDI Perjuangan sudah sering mengikuti pilkada," katanya. Dia pun menegaskan, PDI Perjuangan tidak akan membuat keputusan hari ini, karena masih ada tiga hari.

Ketika ditanya wartawan, apakah PDIP akan tetap mempertahankan Abdullah Azwar Anas, Hasto pun menjawab, pihaknya masih akan terus mengikuti perkembangan.

"Kita ikuti saja perkembangannya. Politik itu seni, sehingga kami harus pandai memainkannya," katanya.

Abdullah Azwar Anas, Sabtu (6/1/2018) lalu mengembalikan mandat kepada Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan melalui surat yang intinya mengundurkan dari bakal calon wakil gubernur.

Hari itu juga Djarot Saiful Hidayat Ketua DPP PDI Perjuangan menemui Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di kediamannya, yang kabarnya untuk melobi agar Risma mau menggantikan posisi Abdullah Azwar Anas di Pilgub Jatim 2018.

Soal ini, Hasto sebagai Sekjen PDIP menegaskan, Risma bukannya menolak tawaran itu tapi berkomitmen untuk membangun Kota Surabaya.

"Masyarakat Surabaya juga mencintai Risma, kecuali masyarakat Surabaya menginginkannya maju sebagai calon wakil gubernur," demikian Hasto Kristiyanto.(ant/den)