SS TODAY

Ahmad Basarah Siap Dampingi Gus Ipul

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 09 Januari 2018 | 15:41 WIB
Ahmad Basarah Wasekjen DPP PDI Perjuangan. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ahmad Basarah Wasekjen DPP PDI Perjuangan memahami bahwa kemunculan namanya untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Timur adalah sebuah aspirasi yang muncul dan berkembang dari bawah.

Basarah mengaku terkejut, tetapi tetap memahami dinamika politik.

"Secara pribadi pun saya terkejut, tapi saya memahami itulah dinamika politik yang harus dilalui ketika pak Abdullah Azwar Anas menyatakan secara resmi mengundurkan diri," ujar Basarah di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Sebagai kader partai dan petugas partai, dia mengaku sudah hampir 10 tahun mendampingi Megawati Soekarnoputri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dan menjadi kader sejak tahun 1999 yang lalu.

Dia memahami betul bahwa Megawati sebagai ketua umum partai sekaligus pemimpin partai, tahu persis di dalam proses pengkaderan anggota-anggotanya dengan proses dan talentanya masing masing.

"Ada yang dikader dipersiapkan sebagai seorang ideolog, ada yang dikader dipersiapkan sebagai orang yang akan duduk di pemerintahan, struktur partai dan lain sebagainya," kata dia.

Basarah meyakini kalau Megawati sudah mempunyai pertimbangan, kalkulasi dan persiapan-persiapan diantara ribuan kader-kader nya.

Selama bertugas di DPP partai dan dua periode secara berturut-turut sebagai ketua fraksi MPR RI, dia memahami bahwa Megawati mempersiapkannya untuk bertugas pada masalah-masalah yang bersifat ideologis dan konstitusional di MPR.

"Namun demikian dalam fatsun di PDI Perjuangan tidak diperkenankan seorang pun kader menolak atau meminta-minta penugasan ketika ibu Mega menugaskan kepada siapa pun tanpa terkecuali yang di struktur legislatif, eksekutif, maupun di struktur partai, ketika bu Mega menugaskan, tidak elok rasanya kita menolak atau menawar-nawar," tegasnya.

Jadi, menurut Basarah, kalau ada kader PDI perjuangan yang masih menolak permintaan atau perintah ketua umum, sejatinya petugas partai tersebut belum menjiwai makna sebagai orang kader PDI Perjuangan.

"Karena itu, saat saya ditugaskan ibu Megawati bulan Desember yang lalu berkeliling menemui para para Kiai di Jawa Timur mereka menyebut nama haji Saifullah Yusuf. Tapi khusus wakil gubernur para Kiai bersepakat diserahkan sepenuhnya kepada kearifan dan pandangan ibu Mega dalam bahasa Jawa menyerahkan sepenuhnya kepada landung nya ibu Mega artinya kedalaman ibu Mega," jelas Basarah.

Dia meyakini kalau para Kiai di Jawa Timur pasti akan menerima siapa pun calon wakil gubernur yang akan diputuskan oleh Megawati Soekarnoputri mendampingi Saifullah Yusuf.(faz/ipg)‎
Editor: Iping Supingah



LAINNYA